AYOJAKARTA.COM - Paket berisi bubuk hitam untuk bahan petasan meledak di Asrama Polisi Sukoharjo, Jawa Tengah.
Saat ini korban, Bripka Dirgantara sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit karena mengalami luka bakar.
Kejadian ledakan di asrama Polisi ini menjadi sorotan warganet.
Baca Juga: Ferdy Sambo Bisa Lepas Jerat Hukum Pembunuhan Berencana Brigadir J, Berikut Penjelasan Ketua IPW
Saat ini Bripka Dirgantara masih terbaring di rumah sakit, sehingga kepolisian belum bisa menanyakan alasan korban membuka paket tersebut.
Dari informasi yang telah didapat, paket tersebut berasal dari kawasan Indramayu, Jawa Barat yang akan dikirim ke Klaten, Jawa Timur.
Paket tersebut berisi bubuk hitam yang dapat digunakan untuk bahan petasan, serta terdapat sumbu seperti pada petasan.
Paket tersebut berasal dari salah satu CV di Indramayu, yang menyediakan bubuk hitam untuk petasan.
Terdata bahwa paket tersebut telah dikirim sejak 22 April 2021.
Paket tersebut akan dikirim kepada orang berinisial A di Klaten.
Sayangnya paket tersebut telah lebih dahulu diterima oleh korban dan belum sampai ke tangan penerima.
Baca Juga: Bjorka Bukan Hacker? Sebut Hanya Pengepul dan Tidak Perlu Ditakuti
Berdasarkan informasi yang beredar, Bripka Dirgantara sedang melakaukan razia paket yang berisi bahan petasan.
Setelah itu korban membawa barang bukti tersebut ke rumahnya dan disimpan selama lebih dari satu tahun.
Hal itu juga dipertanyakan, apa alasan korban menyimpan barang tersebut tanpa langsung dibawa ke kepolisian.
Diketahui ada dua paket, yang satunya lagi masih belum dibuka untuk dilakukan penyeledikan.
Saat ini, kepolisan telah memeriksa tujuh orang saksi kejadian tersebut, di antaranya istri korban, warga, pengirim paket dan penerima paket.***

Share this article
Berikut update kasus ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Jateng. Polisi telah memeriksa tujuh orang terkait peristiwa tersebut.