Kamaruddin Simanjuntak Cerita Masa Lalunya Pernah Menjadi PKL dan Tinggal Di Kolong Jembatan

Kamaruddin Simanjuntak
Kamaruddin Simanjuntak

AYOJAKARTA.COM—Sosok Kamaruddin Simanjutak menyita perhatian publik.

Keberadaannya menjadi Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, korban pembunuhan Ferdy Sambo dan kawan-kawannya mengundang banyak respon.

Bahkan keberanian Kamaruddin Simanjutak patut diacungi jempol. Ia berjuang agar keluarga Brigadir J mendapatkan keadilan meski kasus ini sudah berjalan 2 bulan lebih.

Baca Juga: Identitas Hacker Bjorka 'Dibongkar' Mang Osa, Begini Penampakan Wajahnya

Namun, siapa sangka di balik keberanian dan ketenarannya itu,  ada kisah masa  lalu Kamaruddin Simanjutak yang memprihatinkan.

Kamaruddin Simanjutak mengaku dahulu adalah pekerja keras, bahkan pernah tinggal di bawah jembatan.

Hal ini terungkap dalam ceritanya yang dibagikan dalam  YouTube Irma Hutabarat dan dilansir oleh terasgorontalo.pikiran-rakyat.com dalam artikel Cerita Kamaruddin Simanjuntak, Pernah menjadi PKL dan Tinggal Dibawah Jembatan

Dituturkan Kamaruddin Simanjutak, masa kecilnya dihabiskan bekerja membantu orangtua di perkebunan keluarga yang berada di Siborong-borong.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! BAP Susi Bocor: 7 Bulan Hubungan Terlarang Putri Candrawathi dengan Ajudan

"Saya pemberani,  dan karena kebun kami luas, maka saya ditugaskan untuk menjaga kebun karena dinilai pemberani," kata Kamaruddin.

Namun hasil dari perkebunan belum dapat  meningkatkan perekonomian keluarga.

Terlebih ada 4 adik perempuannnya yang juga memerlukan biaya buat sekolah.

Ia pun lantas  memutuskan merantau ke Jakarta, di tahun 1992. Pada tahun itu, di desanya bahkan belum ada listrik.

Baca Juga: Terjadi Gempa Berskala M 4,0 di Kabupaten Sukabumi Jabar

“Saya merantau ke Jakarta, setelah di Jakarta lah 3 sampai 4 tahun kemudian baru ada listrik masuk desa saya. Zaman pak Harto," ungkapnya.

Di Jakarta, kemudian Kamaruddin berdagang kaki lima untuk mencari nafkah.

"Saya ikut berdagang kaki lima di jembatan Klender. Di situlah saya seperti gembel, tidak punya rumah, tidak punya apa-apa," ucap Kamaruddin.

Ironisnya, bahkan Kamaruddin mengaku sempat tinggal di kolong jembatan yang dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat berjualan itu selama kurang lebih 3 bulan.

"Jadi siang malam tinggal di kolong jembatan itu," katanya.

Baca Juga: Niat Sholat Tolak Bala di Hari Rebo Wekasan 2022, Begini Tata Cara dan Bacaannya

Hingga suatu ketika, nasib apes menimpa Kamaruddin Simanjutak. Ia terkena razia petugas, bahkan  dagangan  dompet hingga sabun dibakar petugas.

Meski banyak kejadian buruk menimpanya saat itu, Kamaruddin tak pernah memberitahukan hal  tersebut kepada orang tua.

"Orangtua tidak pernah tau penderitaan saya, karena saya mengirimi uang terus ke Ibu, lewat wesel, “ujar Kamaruddin.

Kiriman uang itu diterima adik-adik Kamaruddin semua agar bisa buat biaya sekolah.

Baca Juga: Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar Jalani Operasi Hernia, Rizky Billar: Mohon Doanya

Perjuangan hidup selanjutnya, dimulai Kamaruddin dengan melamar pekerjaan, sebab seluruh dagangannya dirazia.

"Melamar pekerjaan saya hanya sekali, tapi follow up nya berkali-kali. Itu tahun 1992, 1993," terangnya.

Hingga, suatu hari Kamaruddin diterima bekerja di sebuah restoran sebagai tukang cuci piring.

Disebut Kamaruddin, pada akhirnya ia sempat berpindah-pindah pekerjaan sampai 27 perusahaan.

Baca Juga: 5 Karakter One Piece yang Terinspirasi dari Bajak Laut di Dunia Nyata

Pekerjaan itu dilakoninya sambil menyekolahkan adik-adiknya hingga sarjana.

Sedikit demi sedikit, kehidupannya mulai membaik.

Pada tahun 1996, 1997 mulai membangun rumah untuk ibunya di kampung.

Namun titik terendah Kamaruddin terjadi pada tahun 1998, ketika tragedi Mei 1998 membuatnya bangkrut.

"Saya bangkrut karena tragedi pembakaran tahun 1998, bahkan saya mengalami kebutaan karena marah berlebihan," ungkapnya.

Baca Juga: Padahal Kasus Impian, Hotman Paris Hutapea Buka Suara Terkait Alasan Tolak Tangani  Kasus Ferdy Sambo

Saat itu, ia sempat marah besar  kepada siapapun.  Tak hanya kepada Tuhan,  ia juga  marah kepada pemerintah, mahasiswa, dan semua orang kenapa harus ada pembakaran dan tragedi 1998 itu.

"Gara-gara dagangan saya dibakar,  saya marah kepada semua, badan saya panas demam sehingga menyebabkan mata saya buta," tuturnya.

Beruntung, ada seorang pendeta yang mengajaknya berdoa.

"Saya berlari ke altar itu tumpang tangan dan bisa melihat lagi. Di situlah saya melihat ternyata Tuhan itu ada," pungkas Kamaruddin.***

 

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kolong Jembatan
# PKL
# buta
# Bankrut
# masa lalu
# Kamaruddin Simanjuntak
# Ferdy Sambo

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.