AYOJAKARTA.COM - Warganet di jagat maya kembali dibuat heboh dengan adanya kabar meresahkan yang dibuat oleh sejumlah pengungsi Rohingya.
Bermula dari kebiasaan meminta hasil kebun buah milik masyarakat, ulah meresahkan dari para pengungsi Rohingya kemudian diunggah oleh salah seorang warga lokal.
Dalam unggahan video tersebut, tampak seorang warga lokal di Pekanbaru sedang berusaha mengusir pengungsi Rohingya yang datang secara bergerombol.
Selain datang secara bergerombol, para pengungsi Rohingya juga membawawa ember untuk persiapan membawa buah.
Karena alasan kemanusiaan, sebelumnya warga setempat diketahui sempat memberikan buah hasil kebun kepada para pengungsi Rohingya.
Namun demikian, ulah pengungsi Rohingya mulai dianggap meresahkan oleh warga lokal karena dinilai meminta paksa.
Selain mulai sering meminta paksa, pengungsi Rohingya juga kerap menggunakan nada tinggi dengan bahasa yang tidak dimengerti warga.
Sehubungan dengan perilaku meresahkan para pengungsi Rohingya, Dwi Jelita Sari selaku warga sekaligus pengunggah video memberi keterangan.
Baca Juga: Mantap! Tak Hanya Gaji PNS, THR Juga Ikut Naik di Tahun 2025? Segini Nominal Tiap Golongan I- IV
Menurut Dwi, unggahan videonya yang viral di jejaring sosial merupakan bentuk akumulasi keresahan yang juga dialami oleh warga sekitar.
“Karena selama ini mereka memang bisa dikatakan tidak ada rasa beradab atau sosial dengan warga sekitar,” ungkap Dwi dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (20/12/2024).
Selain bergerombol dan meresahkan, setiap meminta buah milik warga para pengungsi Rohingya juga cenderunga memaksa serta terkesan mengintimidasi.
Keberadaan para pengungsi Rohingya, menurut Dwi sudah dinilai membuat warga sekitar merasa dihantui keresahan dan ketakutan.
“Kami sedikit mengalami tekanan dari pengungsi ini, kami tidak bisa leluasa berada di lingkungan rumah,” jelas Dwi.
Terkait dengan keberadaan para pengungsi Rohingya yang sudah berlangsung selama lima bulan, warga Pekanbaru mengaku resah karena pemukiman liar semakin menjamur.
Berada di lahan kosong di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Riau, bangunan liar dari para pengungsi Rohingya tampak banyak berdiri.
Di tengah-tengah pemukiman liar tersebut, terdapat setidaknya 500 kepala keluarga yang dihuni oleh anak-anak serta orang dewasa.
Keresahan warga lokal juga disebabkan karena para pengungsi Rohingya bisa dengan leluasa berkeliaran dan meminta-minta serta menggunakan telepon genggam.
Keresahan warga lokal juga disebabkan karena sejumlah pengungsi Rohingya juga diketahui sering membawa senjata tajam berupa parang saat meminta di rumah warga.
Disamping tampak tidak terkendali, warga juga meresahkan para pengungsi Rohingya yang sering terlihat dengan bebas mengendarai sepeda motor.
Karena sejumlah alasan tersebut, warga setempat berharap agar pihak terkait bersedia untuk melakukan pembenahan bagi para pengungsi Rohingya. ***

Share this article
Kebiasaan minta hasil kebun buah milik masyarakat, ulah meresahkan pengungsi Rohingya diunggah oleh salah seorang warga lokal di medsos.