AYOJAKARTA.COM - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) menetapkan Thomas Trikasih Lembong, mantan Menteri Perdagangan periode 2015-2016, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula.
Thomas Lembong, yang akrab dikenal sebagai Tom Lembong, diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pemberian izin impor gula pada masa jabatannya, yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp400 miliar.
Dalam perkembangan terbaru, Kejagung juga memutuskan untuk menahan Tom Lembong selama 20 hari ke depan untuk mempermudah proses penyidikan.
Baca Juga: Terungkap! Keputusan Tom Lembong Ini yang Buat Dirinya Jadi Tersangka Dugaan Kasus Impor Gula
Banyak yang mencari tahu Thomas Lembong berasal atau bergabung dengan partai apa?
Dikutip dari profilnya di Wikipedia, Lembong disebutkan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun alias independen. Dia dikenal sebagai tokoh independen yang selama ini aktif di sektor ekonomi dan bisnis.
Dalam kariernya, Lembong pernah menduduki berbagai posisi penting, termasuk sebagai Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia.
Dia juga menjabat sebagai Direktur Consilience Policy Institute di Singapura.
Berdasarkan informasi di laman LinkedIn pribadinya, Lembong adalah seorang lulusan Harvard University yang meraih gelar sarjana dalam bidang Arsitektur dan Desain Perkotaan.
Pengalamannya dalam sektor ekonomi dan investasi mencakup lebih dari satu dekade, dengan latar belakang sebagai Co-Founder Principia Management Group dan CEO Quvat Capital Management.
Selama menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Lembong juga sempat membuat kebijakan kontroversial lain, seperti menambah kuota impor sapi guna menekan harga daging yang melonjak pada saat itu.
Baca Juga: Statistik Kenaikan UMP DKI Jakarta 14 Tahun Terakhir, Inflasi Tertinggi Tembus 9 Persen
Kebijakan tersebut menjadi perdebatan karena dianggap tidak sejalan dengan pandangan Bulog dan Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa pasokan dalam negeri masih mencukupi.
Tom Lembong juga pernah menjadi bagian dari Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Tim Amin).
Dia berperan sebagai co-captain pemenangan dalam memberikan analisis ekonomi serta menyampaikan visi dan misi kandidat calon presiden tersebut kepada publik.
Kasus yang menjeratnya sekarang ini bermula saat Lembong diduga melakukan tindakan korupsi dalam penambahan kuota impor gula, yang dianggap tidak sesuai dengan regulasi dan kebijakan pemerintah saat itu.
Kuota impor tersebut disebut-sebut melebihi kebutuhan pasar dalam negeri, sehingga merugikan negara dalam jumlah yang signifikan. Hingga saat ini, Kejagung terus mendalami kasus ini dengan memeriksa beberapa pihak yang terkait dengan kebijakan impor tersebut.***

Share this article
Usai diduga terjerat kasus korupsi impor gula ketika menjabat sebagai menteri di tahun 2015, ramai pertanyaan Tom Lembong dari partai apa?