AYOJAKARTA.COM- Fenomena kandungan hujan mikroplastik di DKI Jakarta masih menjadi sorotan.
Beberapa waktu lalu, DKI Jakarta dihebohkan dengan hasil penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebutkan adanya kandungan mikroplastik dari air hujan di DKI Jakarta.
Kandungan mikropllstik ini diketahui bersumber dari aktivitas masyarakat ibu kota.
Terkini, BRIN menyebutkan bahwa fenomena hujan mikroplastik ini tidak hanya terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Gubernur Pramono Dukung Penuh Kebijakan Kemenkeu Larang Penjualan Thrifting Baju Impor Ilegal
Hal ini disampaikan oleh Profesor Riset dari BRIN, Muhammad Reza Cordova yang menyebutkan bahwa keberadaan mikroplastik di udara telah ditemukan secara global, termasuk di Jerman, Jepang, dan Korea.
“Hampir semua penelitian menunjukkan adanya mikroplastik di udara. Di luar negeri saja ada, apalagi di Indonesia yang dipengaruhi angin muson,” tukasnya, saat media briefing terkait isu mikroplastik dan fenomena cuaca ekstrem di Balai Kota Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Reza menjelaskan sumber utama mikroplastik berasal dari penggunaan plastik sekali pakai hingga limbah rumah tangga.
Lantas bagaimana mengatasi fenomena mikroplastik ini?
Reza menyebutkan langkah paling efektif ialah dengan menghentikan pencemaran dari sumbernya.
Baca Juga: Peserta dan Penonton Jakarta Running Festival 2025 Wajib Tahu! Ini 9 Lokasi Tempat Parkir Kendaraan
“Solusi tercepatnya adalah mengurangi produksi dan konsumsi plastik sekali pakai," ujarnya.
Untuk masyarakat dengan pencegahan awal ialah menggunakan masker.
Tak hanya di Jabodetabek, Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Dwi Atmoko menyebutkan mikroplastik ini bisa terjadi di berbagai daerah di Indonesia karena arah dari kekuatan angin.
“Setiap proses pembakaran yang melibatkan bahan mengandung plastik dapat menghasilkan partikel debu yang mengandung mikroplastik. Selama proses itu ada dan terjadi angin atau cuaca, partikel tersebut bisa terbawa ke mana saja sesuai arah angin dominan pada saat itu,” pungkasnya.***

Share this article
Terkini, BRIN menyebutkan bahwa fenomena hujan mikroplastik ini tidak hanya terjadi di Indonesia.