AYOJAKARTA.COM - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni gerak cepat mengusut asal muasal munculnya kayu gelondongan di banjir Sumatera.
Diduga, kayu gelondongan tersebut hanyut saat banjit akibat adanya pembalakan liar.
Raja pun meminta masyarakat untuk memberinya waktu bekerja dalam mengusut kasus ini.
Ia mengatakan pihak kepolisian juga turut turun tangan ke dua daerah terdampak yaitu Kecamatan Garoga, Tapanuli Utara, dan Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Baca Juga: Fans Samsung Merasa Dibohongi, Ada 2 Fitur di Galaxy S26 Ultra yang Bakal Dihilangkan
Raja berjanji, jika sudah ada hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan ke publik.
Lebih lanjut, Raja mengaku jika dirinya sudah mengantongi data awal asal muasal kayu gelondongan itu hanyut saat banjir.
Sayangnya, ia enggan menjelaskan detail mengenai data tersebut.
Tapi Raja memastikan meski belum dilakukan pemeriksaan, identitas subyek-subyek hukum yang mungkin terlibat sudah ada.
Raja juga mengatakan jika temuan awal ini masih mengarah kepada sejumlah kemungkinan.
Baca Juga: Pemprov DKI Canangkan Jakarta Siaga Stroke 2026 dan Resmi Meluncurkan Aplikasi JakSimpus
"Apakah itu berasal dari ilegal logging dari pembukaan lahan sawit atau tambang kemudian kayu ditumpuk ketika ada banjir longsor terdorong ke sungai, apakah itu dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) jadi hutan yang ada di area pengelolaan lain jadi hutan yang tidak di kawasan tapi di areal penggunaan lain (APL) itu jadi salah satu modus pencucian kayu itu yang akan bersama-bersama dalami dan nanti akan dilaporkan," jelasnya.
Di sisi lain, Raja juga telah mengambil sampel kayu gelondongan tersebut.
Nantinya, Kemenhut akan mendalami anatomi dari kayu-kayu itu dengan memanfaatkan eknologi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO).
Dengan teknologi AIKO ini akan teridentifikasi apakah kayu itu ditebang atau didorong dengan alat berat.
Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap tim di lapangan menemukan fakta terkait kayu-kayu tersebut.
Fakta yang dimaksud adalah ditemukannya bekas potongan gergaji mesin pada sejumlah kayu gelondongan.
"Dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin)," ungkap Listyo.
Listyo mengatakan, temuan ini nantinya bisa menjadi bahan pendalaman oleh penyidik.***

Share this article
Menhut Raja Juli sudah ambil sampel kayu gelondongan di banjir Sumatera untuk dicek apakah itu penebangan atau dorongan dari alat berat.