AYOJAKARTA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji.
Pemeriksaan terhadap Dito dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (23/1).
Usai menjalani pemeriksaan, Dito mengungkapkan dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik KPK.
Terutama terkait kunjungan kerja ke Arab Saudi saat masih menjabat sebagai menteri.
Baca Juga: Pengadaan Tanah SUTT 150 kV Tanggeung Jampang Kulon Dorong Keandalan Listrik di Selatan Jawa Barat
"Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi (saat ke Arab Saudi)," ujarnya dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.
Dito lantas menjelaskan bahwa kunjungan kerja itu dilakukan karena agenda forum dunia dan pertemuan bilateral.
Ia menceritakan saat itu, olahraga menjadi sektor yang kerajaan Arab Saudi ingin kerja sama.
"Jadi waktu itu ada tanda tangan MoU juga. Ini MoU-nya tadi saya bawa," jelasnya.
Baca Juga: Pramono Beberkan Intensitas Hujan Ekstrem di Jakarta, per Hari Bisa Capai 267 Milimeter
Lebih lanjut, Dito mengungkapkan jika dirinya menjelaskan apa saja kegiatan yang telah dilakukannya di Arab Saudi.
Ia mengatakan jika pertemuan tersebut tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota.
"Memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota, Perdana Menteri, Mohammed bin Salman (MBS) itu sangat senang dengan pertemuannya," tambah Dito.
Saat itu, kata Dito, Indonesia memberi dukungan kepada Saudi yang terpilih menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia 2034 mendatang.
Ia ingat betul, setelah makan siang, Perdana Menteri menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu terkait Piala Dunia 2034.
"Salah satunya yang topik utama pasti kalau Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji, itu disampaikan Bapak Presiden, dan waktu itu saya ingat betul, dari MBS, Perdana Menteri, itu semangat untuk semuanya ditindaklanjuti," ungkapnya.
Dito juga menegaskan bahwa dalam pertemuan itu sama sekali tidak ada pembahasan mengenai kuota haji.
Ia juga sempat ditanya KPK soal Maktour Travel milik Fuad Hasan Masyhur.
Diketahui, Fuad Hasan Masyhur merupakan mertua dari Dito.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-76, BTN Gelar Anugerah Jurnalistik dan Foto dengan Hadiah Rp 176 Juta
Dito mengungkap KPK bertanya apakah pernah ada pembahasan atau tidak dengan Fuad soal hal ini.
Lebih lanjut ia mengaku siap jika KPK ingin kembali meminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ini.***

Share this article
Usai menjalani pemeriksaan, Dito mengungkapkan dirinya dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik KPK.