H-6 Tes SKD CPNS 2024 Digelar, Ini Tips Pengerjaan Soal Ujian TWK, TIU, dan TKP Agar Skor Tembus 550!

Tips pengerjaan tes SKD CPNS 2024 meliputi TKP, TWK, dan TIU agar skor melampaui ambang batas
Tips pengerjaan tes SKD CPNS 2024 meliputi TKP, TWK, dan TIU agar skor melampaui ambang batas

AYOJAKARTA.COM - Pelaksanaan Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CPNS tahun 2024 akan digelar enam hari lagi.

Peserta akan mengikuti tes SKD CPNS 2024 yang dilaksanakan mulai tanggal 16 Oktober-14 November 2024.

Hanya peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi maka bisa mengikuti tes SKD CPNS 2024 sesuai aturan yang berlaku.

Hasil kelulusan tes SKD CPNS 2024 akan diumumkan tanggal 17-19 November 2024.

Baca Juga: Ini Dia 6 Wilayah Tersempit di DKI Jakarta, Nomor 1 Bukan Jakarta Selatan!

Sebagai informasi, Badan Kepegawaian Negara telah merilis data rekapitulasi hasil seleksi administrasi CPNS tahun 2024.

Lebih dari 2,8 juta pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi CPNS 2024 dan berhak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar.

Untuk pelaksanaan tes SKD CPNS 2024, peserta diperbolehkan untuk memilih apakah menggunakan nilai tes SKD CPNS tahun 2023 atau tetap mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar tahun 2024.

Dengan catatan, jika peserta ingin menggunakan nilai tes SKD tahun 2023 maka harus memenuhi nilai ambang batas dan menyelesaikan tiga submateri tes SKD, antara lain Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dan Tes Intelegensia Umum (TIU).

Baca Juga: Mulai Cair Merata! Ini Daftar Wilayah yang Sudah Tersalurkan Bantuan BPNT September-Oktober 2024 di Kartu KKS BRI dan BNI Hari Ini

Lalu berapa nilai ambang batas tes SKD CPNS 2024?

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2024, berikut nilai ambang batas SKD CPNS 2024

- Tes Wawasan Kebangsaan: 65

- Tes Intelegensia Umum: 80

- Tes Karakteristik Pribadi: 166

Jumlah soal yang harus diselesaikan oleh peserta tes SKD 2024 adalah 110 soal.

Dengan rincian soal untuk masing-masing materi tes, antara lain Tes Wawasan Kebangsaan 30 soal, Tes Intelegensia Umum 35 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi 45 soal.

Untuk TWK dan TIU, soal benar nilai 5, tidak dijawab 0, sedangkan TKP, nilai terendah 1, tertinggi 5, tidak dijawab 0.

Waktu pengerjaan soal adalah 100 menit untuk peserta kategori umum dan 130 menit untuk kategori penyandang disabilitas.

Peserta bisa dinyatakan lulus tes SKD dan lanjut ke tahapan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) jika melampaui nilai ambang batas dan masuk dalam perangkingan tiga kali kuota kebutuhan formasi yang dilamar.

Baca Juga: BPNT September-Oktober 2024 Akhirnya Cair di 2 Wilayah dan 2 KKS, Cek di Sini!

Apabila ada peserta dengan nilai kumulatif yang sama, maka penentuan kelulusan didasarkan pada nilai yang lebih tinggi berurutan, mulai dari TKP, TIU, dan TWK.

Jika nilai TKP, TWK, dan TIU sama persis maka diikutkan semua peserta yang berada pada ambang batas jumlah kebutuhan formasi (tiga kali formasi) ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang.

Lalu bagaimana tips pengerjaan soal tes SKD CPNS 2024 agar skor yang didapatkan bisa melampaui ambang batas?

Untuk mengamankan skor ambang batas, peserta harus mengerjakan tes TWK, TIU, dan TWK, dengan jumlah soal benar, sebagai berikut

1. Tes Wawasan Kebangsaan

- Nilai ambang batas: 65

- Target soal benar: 23

- Total skor: 115

2. Tes Intelegensia Umum

- Nilai ambang batas: 80

- Target soal benar: 25

- Total skor: 125

3. Tes Wawasan Kebangsaan:

- Nilai ambang batas: 166

- Target soal benar: 40

- Total skor: 200

Baca Juga: Jangan Sampai Didiskualifikasi! Ini Tata Tertib Tes SKD CPNS 2024 yang Harus Kamu Ketahui

Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan Instagram @aymangayu, Kamis (10/10/2024) berikut tips mengerjakan soal tes SKD CPNS 2024 agar melampaui nilai ambang batas hingga bisa masuk ke perangkingan teratas.

1. TKP penyumbang skor SKD tertinggi

TKP menyumbangkan poin terbesar skor kumulatif SKD yaitu 69,4%, dengan nilai maksimal yang bisa didapatkan 225.

Peserta bisa mengerjakan TKP terlebih dahulu dibandingkan dengan TWK dan TIU (langsung loncat ke soal nomor 66).

Mengingat TKP memiliki soal uraian yang panjang, jadi peserta masih fresh jika mengerjakan soal tersebut paling awal.

Peserta bisa berlatih skimming dari sekarang dan jangan membaca soal secara berulang-ulang untuk menghemat waktu pengerjaan.

Usahakan kerjakan semua soal karena nilai akan jauh lebih besar.

Jika waktu terbatas, kerjakan minimal 32 soal karena memiliki poin 5 dari jumlah total 45 soal.

2. Setelah TKP lanjut mengerjakan TWK

TWK berisi soal-soal penalaran terkait Pancasila.

Sebaiknya sebelum mengikuti tes SKD lakukan persiapan dengan memperbanyak membaca artikel kekinian tentang wawasan kebangsaan, UUD 1945, dan pasal-pasal penting.

Jika menemukan soal yang susah atau belum bisa dikerjakan, lewati dahulu dan ganti ke pertanyaan selanjutnya (jangan terfokus pada satu soal).

Pastikan minimal menjawab 14 soal secara benar dari total 30 soal TWK untuk mengamankan skor mencapai ambang batas.

Baca Juga: Cek ATM Sekarang! Saldo Bansos BPNT Rp400 Ribu Periode September-Oktober Sudah Cair di KKS 2 Bank Ini

3. Gunakan fokus yang lebih untuk menjawab soal TIU

Soal TIU berisi soal-soal hitungan, penalaran, dan logika sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

TIU dikerjakan di akhir karena membutuhkan coretan untuk mengerjakan dan dapat mengatur sisa waktu pengerjaan.

Hafalkan konvensi perbandingan ke desimal, misalkan 1/2=0,5 dan sebagainya.

Jangan terpaku pada soal HOTS yang sulit untuk dipecahkan, tandai terlebih dahulu kemudian lanjut ke soal selanjutnya.

Fokus, jangan terburu-buru dalam mengerjakan soal TIU dan ikuti seluruh instruksinya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# TIU
# TKP
# CPNS 2024
# TWK
# SKD

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.