AYOJAKARTA.COM – Sebanyak 6,6 juta data pribadi atau NPWP milik Dirjen Pajak, termasuk milik Presiden Joko Widodo berhasil diretas atau dibajak oleh Bjorka.
Dalam unggahan yang bocor di Bridge Forum, data NPWP Dirjen Pajak yang berhasil diretas Bjorka dibandrol dengan harga mencapai US$ 10.000 atau sekitar 153,1 miliar rupiah.
Selain berisi informasi NPWP, data milik warga Indonesia yang berhasil diretas Bjorka dari Dirjen Pajak juga mencakup NIK, Alamat, hingga nomor telepon.
Sepanjang tahun 2022, peretas Bjorka tercatat telah melakukan tiga jenis aksi pencurian data yang didapat dari berbagai instansi pemerintah.
Di samping surat rahasia yang diretas dari BIN, Bjorka juga mencuri sebanyak 150 juta data pribadi WNI serta 1,3 miliar pengguna SIM card.
Sehubungan dengan terulangnya aksi peretasan data rahasia yang dilakukan Bjorka, Pratama Dahlian Persadha selaku Pakar Keamanan Siber memberi tanggapan.
Tangkapan layar berisi data pribadi milik pejabat yang beredar di Bridge Forum, merupakan sampel dari hasil pencurian.
Dalam pasar gelap, sampel data tersebut sangat diperlukan oleh Peretas untuk bisa menambah nilai jual atau bagian dari promosi penjualan.
Lebih lanjut Pratama menambahkan, meski tidak seluruhnya; data curian Dirjen Pajak sebagian besar merupakan data yang masih valid atau sesuai dengan kondisi saat ini.
“Hanya sedikit saja pejabat yang datanya sudah diubah, jadi data ini termasuk data yang menurut saya sangat valid sekali,” ungkap Pratama, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Jumat, 20 September 2024.
Melihat contoh nomenklatur atau istilah pada sampel penjualan data yang kini beredar, Pratama meyakini bahwa Peretas Bjorka memang mendapatkannya dari Dirjen Pajak.
Terlebih karena dalam sampel data yang ditawarkan juga berisi nama-nama tokoh dengan pengaruh cukup besar di Indonesia.
Baca Juga: Terinspirasi Hacker Bjorka, Eks Karyawan Judi Online Jual 20 Ribu Data Nasabah BCA ke Dark Web
Namun demikian, Pratama tidak menutup kemungkinan bahwa peretas Bjorka berhasil mendapatkan data tersebut dari tempat lain yang terafiliasi dengan Dirjen Pajak.
“Tetapi kalau mengambilnya dari tempat lain, itu agaknya aneh karena jumlahnya mencapai 6,6 juta,” imbuhnya.
Terkait dengan hilangnya sampel data di dalam forum jual beli yang kini sudah tidak lagi bisa diakses publik, Pratama menduga hal tersebut karena data sudah berhasil terjual.
Munculnya nama Bjorka yang digadang sebagai pelaku peretasan data milik Dirjen Pajak, Pratama juga memberikan tanggapan.
Menurut Pratama, Bjorka yang saat ini melakukan peretasan belum bisa dipastikan sebagai Bjorka pelaku peretasan sebelumnya karena memiliki identitas baru.
“Dulu kita punya Satgas Siber, jadi ini adalah tamparan buat kita,” pungkas Pratama.***
Share this article
Sebanyak 6,6 juta data pribadi atau NPWP milik Dirjen Pajak, termasuk milik Presiden Joko Widodo berhasil diretas atau dibajak oleh Bjorka.