AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu media sosial digemparkan dengan berita siswi SMP ditemukan tak bernyawa di Pemakaman Umum Talang Kerikil Palembang, Sumatera Selatan.
Diketahui, siswi tersebut berinisial AA, merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh 4 bocah yang masih di bawah umur.
Saat ini, kasus pembunuhan dan pemerkosaan siswi tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Pendaftar CPNS 2024 Tembus 3 Juta, Cek Tingkat Persaingan Tinggi di Instansi Pusat dan Daerah
Meski begitu, pihak keluarga AA mengaku kecewa dengan penanganan kasus tersebut.
Bibi AA menyampaikan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus tersebut di media.
Namun, sang bibi mengaku kecewa lantaran saat ini hanya satu pelaku yang baru ditetapkan sebagai tersangka, yaitu IS (16).
Sementara, tiga pelaku lainnya yaitu MZ (13), MS (12), dan AS (12) untuk sementara direhabilitasi.
Pihak keluarga pun mempertanyakan apa alasan yang membuat ketiga pelaku harus direhabilitasi.
“Alasannya karena dibawah umur? Dibawah umur tapi dia bisa membunuh, memperkosa, apakah sesuai dengan dibawah umur? Kami dari keluarga besar kami mohon kepada pihak yang memproses kasus ini kami minta keadilan. Jangan karena mereka dibawah umur direhab,” kata Bibi AA dikutip dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Kamis (12/9/2024).
Tidak hanya itu, sang Bibi juga mengaku pihaknya terkejut karena untuk smeentara ini, pelaku IS belum bisa diperiksa.
Menurut informasi yang didapatkan, IS belum bisa diperiksa lantaran mengalami masalah pada kejiwaannya.
Pihak keluarga pun geram mendengar hal tersebut lantaran ketika mengeksekusi AA, IS dalam keadaan sadar.
Bahkan, ia juga menyinggung IS yang dengan bangganya mengaku sudah memperkosa AA kepada temannya.
“Sekarang kita bingung, kejiwaan yang bagaimana? Sewaktu mereka memperkosa kan masih waras, nggak sakit, dengan bangganya memberitahu teman kalau aku habis memperkosa anak orang, apa itu kejiwaan? Kalau memang dia tidak waras mungkin dari awal, dia tidak memberitahu bagaimana kronologinya,” ujarnya.
Sang Bibi mengungkapkan pihak keluarga menyayangkan apabila ketiga pelaku lain harus direhabilitasi disaat ada penjara khusus anak.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga besar korban ingin keempat pelaku diproses hukum meskipun dibawah umur.
“Pokoknya dari keluarga besar kami tidak mau kalau mereka keempat pelaku direhab. Hukum harus dijalankan walaupun dibawah umur,” tegasnya.***

Share this article
Diketahui, siswi tersebut berinisial AA, merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh 4 bocah yang masih di bawah umur.