AYOJAKARTA.COM -- Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan batal maju ke Pilkada Jakarta pada tahun 2024 ini.
Anies Baswedan gagal melenggang ke Pilkada Jakarta pada tahun ini karena partai-partai yang sebelumnya mengusung dirinya malah memilih untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Koalisi tersebut merupakan koalisi Prabowo-Gibran yang mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dan Suswono sebagai calon wakil gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
Partai-partai yang sebelumnya mengusung Anies Baswedan tersebut adalah Partai Nasdem, PAN dan PKB.
Dengan gagalnya Anies Baswedan untuk maju ke Pilkada Jakarta 2024, kini muncul gerakan baru di media sosial.
Hal tersebut diduga dibuat oleh para pendukung Anies Baswedan. Gerakan baru tersebut dibuat atas rasa kecewa para pendukung eks Gubernur Jakarta tersebut karena jagoan mereka gagal maju ke Pilkada Jakarta tahun ini.
Viral di media sosial soal gerakan yang bertemakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’ atau golput. Gerakan tersebut berarti membuat surat suara yang dicoblos tidak sah.
Lalu, apa alasan yang menjadi dasar pendukung Anies Baswedan mengeluarkan gerakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’?
Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid menanggapi gerakan tersebut, ia menyampaikan bahwa seharusnya gerakan bertemakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’ dilihat sebagai ekspresi aspirasi warga.
Baca Juga: Nasib Setelah Batal Maju di Pilgub Jakarta 2024, Anies Baswedan Mengaku Ingin Tuntaskan Ini
“Oh jadi ini harusnya dilihat sebagai ekspresi aspirasi warga yang justru tidak tertampung di elit politik” ucap Sahrin, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube tvOneNews, pada Minggu, 8 September 2024.
Sahrin mengatakan bahwa di Pilkada Jakarta aspirasi warga 40 sampai 50 persen yang meminta Anies Baswedan maju ke Pilkada DKI Jakarta.
“Kan kita tahu bahwa kemarin-kemarin di Pilkada aspirasi warga 40 sampai 50 persen itu meminta Anies untuk maju di Pilkada DKI Jakarta misalnya” katanya.
“Tapi ternyata kan itu tidak terakomodasi oleh elit partai politik, elit berkumpul di satu titik dengan ini lain” lanjutnya.
Sahrin mengatakan bahwa rasa bingung dan kekecewaan yang dirasakan pendukung Anies Baswedan ketika melihat kertas suara tidak ada tokoh yang ia tuju.
“Nah yang kedua bahwa ekspresi kekecewaan itu nah ini mau di tumpahkan ke mana karena ketika dilihat surat suara itu kan tidak ada apa namanya gambar orang ataupun figur sosok yang diinginkan oleh pemilih” ucap Sahrin.
Jubir Anies Baswedan tersebut mengatakan gerakan ini juga merupakan gerakan untuk melawan keputusan elit yang tidak melihat aspirasi warga Jakarta.
“Nah yang ketiga ini juga bisa menjadi bagian dari gerakan untuk ya melawan keputusan elit yang tidak merefleksikan aspirasi warga kebanyakan” ujarnya.

Share this article
Dengan gagalnya Anies Baswedan untuk maju ke Pilkada Jakarta 2024, kini muncul gerakan baru di media sosial yang digaungkan pendukung Anies.