AYOJAKARTA.COM - Potensi terjadinya gempa Megathrust dengan magnitudo mencapai sekitar 8,9 masih menjadi perbincangan di masyarakat.
Selain berpeluang terjadi di Selat Sunda, gempa Megathrust yang dapat mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami juga berpotensi terjadi di Mentawai-Siberut.
Adapun penyebab terjadinya gempa Megathrust yang menjadi sorotan banyak kalangan disebabkan oleh adanya interaksi antar lempeng.
Gempa Megathrust merupakan dampak dari adanya interaksi dari dua lempeng berbeda, yakni lempeng samudera serta lempeng benua atau sering disebut dengan subduksi.
Jenis gempa Megathrust terjadi pada kedalaman laut dengan jarak sekitar 50 kilometer dari permukaan, sedangkan gempa Interslab terjadi pada kedalaman lebih dari 50 kilometer.
Dampak gempa dengan kekuatan 8 hingga 9 magnitudo, selain membawa kehancuran di pusat lokasi juga berdampak pada wilayah sekitar.
Sedangkan besaran gempa dengan kekuatan mencapai 10 magnitudo, dapat membawa kehancuran lebih parah bagi wilayah di sekitar pusat gempa.
Selain dapat menghancurkan bangunan rumah dan mengubah struktur tanah, gempa 10 magnitudo juga memungkinkan runtuhnya gedung serta kerusakan lebih fatal.
Baca Juga: Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini 2 Wilayah yang Patut Diwaspadai
Sedangkan interaksi dari satu jenis lempeng serupa namun dapat menyebabkan terjadinya guncangan disebut sebagai Gempa Kolisi.
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh BMKG, zona penujaman merupakan lokasi utama dan menjadi sumber gempa di Indonesia.
Zona penujaman yang berada di kawasan Indonesia membentang dari mulai bagian barat Pulau Sumatera, selatan Jawa hingga Bali serta Nusa Tenggara.
Selain di keempat wilayah tersebut, zona penujaman juga berada di laut Banda, bagian utara Papua, utara dan timur Sulawesi serta di bagian barat Halmahera.
Guna mengantisipasi dampak dari adanya gempa besar, peran serta masyarakat serta pihak terkait sangat diperlukan dalam upaya mitigasi bencana.
Terkait dengan potensi terjadinya gempa Megathrust di Mentawai-Siberut, Kepala Stasiun Geofisika Padan Panjang memberikan pernyataan.
Dalam keterangan resminya, Suaidi menyebut potensi gempa Megathrust di kawasan Mentawai masih berpeluang terjadi.
Dengan besaran gempa mencapai 8,9 magnitudo, menurut Suaidi dapat menyebabkan terjadinya gelombang Tsunami.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5.8 Guncang Gunungkidul Yogyakarta Hari Ini, Getaran Sampai Terasa ke Pemalang
Karena itu, Suaidi menghimbau agar masyarakat yang berada di kawasan tersebut untuk melakukan langkah-langkah guna meminimalisir dampak gempa.
Terlebih karena sejumlah wilayah di sekitar Mentawai-Siberut hanya memiliki golden time atau waktu emas untuk menghindar dari dampak gempa kurang dari sepuluh menit.
“Jika terjadi di 8,9 magnitudo, maka terjadi tsunami dan kepulauan Mentawai itu punya golden time kurang dari sepuluh menit,” jelas Suaidi. ***

Share this article
Wilayah yang memiliki golden time kurang dari sepuluh menit untuk terjadinya gempa Megathrust, mana saja?