AYOJAKARTA.COM - Penyanyi senior Machica Mochtar membagikan kronologi kejadian kekerasan yang dialami putranya, Muhammad Iqbal Ramadan saat ikut aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.
Iqbal yang terlibat dalam aksi menolak revisi Undang-Undang Pilkada pada Kamis (22/8/2024) lalu mengalami cedera fisik setelah ditangkap aparat keamanan.
Machica Mochtar mendatangi Polda Metro Jaya setelah mendapat kabar bahwa putranya ditangkap usai aksi demo tersebut.
"Kemarin, saya terima telepon dari adik saya yang menyampaikan bahwa Iqbal ditangkap di demo. Saat itu saya langsung menuju Polda Metro Jaya untuk menjemput anak saya," ujar Machica Mochtar saat diwawancarai di YouTube Offical iNews, Jumat (23/8/2024).
Baca Juga: Ikut Turun di Aksi Demo Tolak UU Pilkada, Reza Rahadian: Kita Harus Hati-hati, Jangan Sampai Lengah!
Menurut keterangan Machica, Iqbal mengalami cedera pada bagian hidung dan dada akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oknum aparat.
"Anak saya ditendang di hidung dan dadanya oleh tentara, bukan polisi. Kakinya juga diinjak-injak. Saya tanya bagaimana kejadian itu, Iqbal cerita bahwa dia berusaha menolong temannya yang ditarik oleh tentara, tapi kemudian dia juga ikut ditarik dan dipukuli," jelasnya.
Machica merasa sangat terpukul melihat kondisi putranya.
Meski demikian, Iqbal masih memiliki semangat juang tinggi.
"Iqbal bilang dia tetap ingin berjuang untuk keadilan di negeri ini. Saya bilang, berjuanglah karena kamu adalah generasi muda penerus bangsa," tambah Machica.
Sebagai seorang ibu, Machica merasa tak terima anaknya diperlakukan semena-mena oleh aparat.
"Anak saya bukan orang bodoh. Dia anak yang berpendidikan. Sekarang dia sedang melanjutkan kuliah S2-nya. Saya membesarkan anak saya dengan keringat dan darah dan saya tidak terima dia diperlakukan seperti ini," tegas Machica.
Machica juga berencana mengambil langkah hukum.
"Saya akan melakukan visum dan melanjutkan kasus ini. Saya tidak akan tinggal diam melihat anak saya diperlakukan seperti ini," katanya.
Dalam wawancara tersebut, Machica menyuarakan keprihatinannya atas perlakuan yang diterima anak-anak muda yang terlibat dalam demonstrasi.
"Anak-anak ini bukan kriminal. Mereka adalah mahasiswa, anak-anak yang punya masa depan. Jangan seenaknya memperlakukan mereka hanya karena mereka menuntut keadilan," pungkas Machica.
Kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan yang dialami para demonstran dalam aksi protes di Indonesia.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum agar lebih mengedepankan tindakan yang berkeadilan dalam menangani demonstrasi.***

Share this article
Kronologi kekerasan yang dialami Muhammad Iqbal Ramadan, putra Machica Mochtar saat demo di depan gedung DPR RI.