AYOJAKARTA.COM - Pertemuan lima orang nahdliyin dengan Presiden Israel Isaac Herzog belakangan ini memang ramai disorot masyarakat.
Banyak pihak yang mengecam pertemuan antara lima nahdliyin dengan presiden Israel tersebut.
Bahkan isi dialog atau pokok pembahasan antara lima nahdliyin dan presiden Israel pun begitu dipertanyakan.
Mengingat pertemuan kedua pihak tersebut terjadi di tengah genosida antara Israel dan Palestina.
Baca Juga: Capai 3.827 Pendaftar, Inilah 8 Fakultas Paling Ramai Peminat di Universitas Indonesia (UI)
Kemudian berkenaan dengan hal tersebut, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf kini buka suara.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 16 Juli 2024, pria yang akrab dengan sapaan Gus Yahya Cholil Staquf itu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat luas.
Ia pun juga menjelaskan bahwa kelima nahdliyin tersebut dikonsolidasikan. Mereka didekati satu per satu untuk diajak berangkat ke Israel tanpa merencanakan pertemuan dengan presiden Israel sebelumnya.
Yahya mengatakan, pertemuan tersebut kemungkinan terjadi lantaran kurangnya pengetahuan kelima nahdliyin tentang konstelasi peta.
Mengingat umur kelima nahdliyin masih terbilang belum cukup umur atau terlampau muda.
Lebih lanjut, Yahya juga mengungkapkan isi dialog kelima nahdliyin dengan presiden Israel selama pertemuan berlangsung.
Pertemuan itu disebutnya tak menghasilkan apapun lantaran dialog yang terjadi di antara mereka tidak substansial membahas bantuan untuk Palestina.
"Ya dalam pertemuan itu secara substansial tidak ada yang strategis," ungkap Yahya Cholil Staquf, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Nu Online pada Rabu, 17 Juli 2024.
"Itu sebabnya saya bilang ini merupakan inisiatif yang menurut saya bisa dikatakan gagal, karena memang tidak ada hasil apa-apa,".
"Apalagi tentang perjanjian ini itu, wong dialog yang dilakukan tidak ada yang substansial untuk membantu rakyat Palestina itu tidak ada," terangnya.***
Share this article
Isi dialog atau pokok pembahasan antara melima nahdliyin dan presiden Israel Isaac Herzog diungkap oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.