Pegi Setiawan Bebas, Kuasa Hukum dari Lima Terpidana Kasus Vina Cirebon Akan Lakukan Langkah Ini

Pegi Setiawan
Pegi Setiawan

AYOJAKARTA.COM - Tim kuasa hukum lima terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon telah mengumumkan rencana untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung.

Upaya ini muncul setelah putusan praperadilan yang mengabulkan permohonan Pegi Setiawan, yang status tersangkanya dianulir oleh Hakim Eman Sulaeman.

Menurut Nicholay Aprilindo, kuasa hukum lima terpidana tersebut, putusan praperadilan yang membebaskan Pegi Setiawan menunjukkan adanya bukti baru yang dapat dijadikan dasar untuk mengajukan PK.

Dikabulkannya praperadilan Pegi Setiawan menjadi indikasi kuat bahwa ada bukti baru yang bisa kita gunakan untuk mengajukan Peninjauan Kembali.

Baca Juga: 5 Kampus dengan Jurusan Kedokteran Paling Sepi Peminat di Indonesia, Ada PTN dan PTS, Pelamar Cuma 600 Orang

Nicholay Aprilindo, dalam pernyataannya pada Selasa, 9 Juli 2024, menegaskan keyakinannya bahwa kelima kliennya merupakan korban salah tangkap.

Ia menilai bahwa penetapan tersangka terhadap lima kliennya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada Pegi Setiawan.

Polisi menggunakan keterangan sejumlah saksi untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka, sementara keterangan saksi tersebut belum dipastikan akurat.

Tim kuasa hukum juga mengungkapkan bahwa mereka telah memperoleh beberapa fakta baru dari sejumlah saksi yang akan diajukan dalam PK.

Baca Juga: Kamu Sarjana Pendidikan Tapi Tidak Tertarik Jadi Guru? Coba 10 Formasi di CPNS, Bisa Jadi ASN

Di sisi lain, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan menegaskan bahwa vonis lima terpidana tersebut seharusnya tidak perlu diungkit kembali.

Dia mengatakan penetapan kelima terpidana itu telah diuji di pengadilan sampai ke tingkat kasasi.

Namun, pandangan berbeda datang dari mantan Kepala Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji.

Ia menyatakan kekhawatirannya terkait kemungkinan adanya kasus salah tangkap lainnya.

"Ada satu lagi yang mengkhawatirkan, jangan-jangan yang sekarang dikurung di penjara ini sama juga modelnya, keliru juga. Padahal ada yang dihukum seumur hidup. Satu-satu lagi, jangan-jangan Saka Tatal juga adalah salah tangkap," ujarnya dikutip dari kanal YouTube Kompas.com, Rabu (10/7/2024). 

Dengan perkembangan ini, publik menanti langkah selanjutnya dari tim kuasa hukum lima terpidana serta tanggapan dari pihak-pihak terkait.

Apakah langkah PK ini akan membuahkan hasil yang diharapkan atau justru membuka babak baru dalam kasus yang telah menarik perhatian luas ini? Hanya waktu yang akan menjawab.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pegi Setiawan
# Vina
# terpidana

News Update

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.