Singgung Sengkarut PPDB, Indra Charismiadji: Jumlah Sekolah Tidak Sesuai dengan Jumlah Penduduk Indonesia

Indra Charismiadji singgung sengkarut PPDB
Indra Charismiadji singgung sengkarut PPDB

AYOJAKARTA.COM - Indra Charismiadji, pengamat pendidikan, dalam sebuah talkshow yang ditayangkan di kanal Youtube Diskursus Net, menyentil sebuah ironi.

Presiden Joko Widodo di periode ke-2 kepemimpinannya menekankan pengembangan sumber daya manusia yang unggul, namun kenyataan di lapangan menunjukkan cerita yang berbeda.

Sengkarut PPDB khususnya jalur zonasi semakin parah. Menurut Indra, persoalan utamanya bukanlah peraturan, namun lebih fundamental: jumlah sekolah dan jumlah kursi tidak sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia.

Masalah Inti: Fasilitas Pendidikan yang Tidak Memadai

Baca Juga: 16 Jurusan D3-S1 dengan UKT dan IPI Termurah di UNSOED Jalur SNBP, SNBT dan Mandiri 2024, Golongan IPI Tertinggi Ada yang Cuma Rp 15 Jutaan!

Tantangan utama dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah kurangnya jumlah sekolah dan kursi.

Untuk mengakhiri perdebatan mengenai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), pemerintah harus memastikan ketersediaan sekolah dan kursi memenuhi kebutuhan anak-anak Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus mendanai pendidikan dibandingkan menyerahkannya kepada lembaga swasta dan mengharuskan masyarakat membayar biaya pendidikan.

Baca Juga: Tak Heran Jadi Incaran BUMN! Inilah 10 Prodi S-1 Teknik Elektro Terbaik Versi Asia University Rankings 2024, Gaji Lulusannya Bisa Capai 2 Digit

Indra berpandangan bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar, serupa dengan kebebasan beragama.

Pemikiran dan Manajemen yang Salah Arah dalam Pendidikan

Ada kelemahan mentalitas dalam mengelola sistem pendidikan di Indonesia, dimana tidak semua orang diperbolehkan bersekolah.

Proses seleksi berdasarkan nilai, jarak, atau usia membatasi akses, bertentangan dengan prinsip bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia.

Baca Juga: Kamu Tipe Orang yang Seperti Apa? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Indra menganalogikan, betapa berangnya jika orang dipilih berdasarkan siapa yang boleh masuk masjid atau gereja.

Namun, pendekatan selektif terhadap pendidikan ini diterima dan diperparah dengan biaya sekolah, menjadikannya sama absurdnya dengan membeli tiket masuk ke tempat ibadah.

Kewajiban Konstitusional Pemerintah

Pemerintah mempunyai tugas konstitusional, yang dituangkan dalam Pasal 31 ayat 2, untuk menyediakan dan mendanai pendidikan dasar bagi seluruh warga negara.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Sifat Narsistik Apa yang Kamu Miliki dengan Melihat Gambar Berikut, Fokus Pada Penampilan Fisik atau Status Sosial?

Namun, mandat ini sering kali diabaikan karena kebijakan sering kali berubah tanpa mengatasi akar permasalahannya.

Pendidikan tidak boleh selektif. Di banyak negara, seperti Amerika Serikat, setiap anak, termasuk orang asing, dapat bersekolah di sekolah lokal tanpa seleksi.

Mereka mengakui pendidikan sebagai hak asasi manusia yang mendasar.

Dampak Negatif Terbatasnya Kesempatan Pendidikan

Baca Juga: SMP Negeri 77 Raih Peringkat 1! Inilah 15 SMP Negeri Terbaik di Jakarta Pusat Berdasarkan rata-rata Nilai Prestasi Akademik di PPDB 2024

Keterbatasan fasilitas pendidikan menimbulkan dampak negatif. Alih-alih memupuk integritas dan kejujuran, kelangkaan sekolah malah mendorong pemalsuan dokumen, penyuapan, nepotisme, dan korupsi.

Permasalahan seperti ini menimbulkan pertanyaan penting: mengapa menyekolahkan anak jika hal tersebut memerlukan praktik yang tidak etis?

Panggilan untuk Perubahan

Penting untuk mengingatkan pemerintah akan tanggung jawab konstitusionalnya. Memastikan setiap anak dapat mengakses pendidikan sangat penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Samakan Saksi Ahli Pihak Polda Jabar dengan Mahasiswa, Kuasa Hukum Pegi Setiawan: Ini Tidak Memberikan Edukasi!

Pendekatan yang ada saat ini harus direformasi untuk menghilangkan proses seleksi dan menjadikan pendidikan dapat diakses secara universal, seperti halnya hak atas kebebasan beragama.

Kunci untuk menyelesaikan krisis pendidikan di Indonesia terletak pada penyesuaian jumlah sekolah dan jumlah kursi dengan kebutuhan penduduk serta pendanaan pendidikan yang memadai.

Dengan melakukan hal ini, negara dapat menjunjung tinggi hak asasi manusia atas pendidikan dan menjamin masa depan yang lebih cerah bagi seluruh anak Indonesia.***

Baca Juga: Kabar Gembira dari PT Pos Indonesia! Mulai Hari Ini, Ada 2 Bansos Cair Serentak: PKH, BPNT atau BLT MRP?

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Indra Charismiadji
# jumlah penduduk
# PPDB
# sekolah

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.