Ragukan Keterangan Aep, Dedi Mulyadi Datangi Lokasi Pembunuhan Vina Cirebon hingga Adakan Rekonstruksi dengan Saka Tatal

Ragukan Keterangan Aep, Dedi Mulyadi Datangi Lokasi Pembunuhan Vina Cirebon hingga Adakan Rekonstruksi dengan Saka Tatal
Ragukan Keterangan Aep, Dedi Mulyadi Datangi Lokasi Pembunuhan Vina Cirebon hingga Adakan Rekonstruksi dengan Saka Tatal

AYOJAKARTA.COM - Aktivis sekaligus mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, turun langsung ke Cirebon untuk menelusuri kasus pembunuhan Vina.

Terkini, Dedi Mulyadi mulai meragukan keterangan Aep, saksi di kasus Vina Cirebon yang diduga memberikan kesaksian palsu, hingga akhirnya kepolisian meringkus 8 pelaku pada tahun 2016 silam.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kasus Vina-Eky Cirebon, mantan Bupati Purwakarta tersebut, bertemu mantan terpidana kasus pembunuhan Vina yang telah bebas yaitu Saka Tatal.

Baca Juga: Berkah IDUL ADHA! Setelah PKH dan BPNT Cair Merata, Ada Bansos Tambahan Menyusul Cair dan Diperpanjang hingga Desember 2024

Dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube Intens Investigasi pada 11 Juni 2024, Dedi Mulyadi menyebutkan adanya kejanggalan dengan kesaksian Aep.

Hal ini terkait dengan kesaksian Aep yang melihat tragedi Vina-Eky. 

Pemilik warung yang disebut Aep mengaku bahwa ia menjual makanan, dan bukanlah warung rokok seperti kesaksian Aep terlebih warung sudah tutup pada pukul 16.00 WIB.

Informasi yang didapatkan bertentangan dengan pernyataan Aep yang mengklaim melihat kejadian pada malam hari dari warung tersebut.

"Warung itu adalah warung nasi bukan warung rokok dan tutup pada pukul 4 sore,"ujar Dedi Mulyadi.

Sedangkap Aep memberikan informasi tersebut pada Pak Rudiana (Ayah Eky) tentang apa yang ia lihat pada malam itu.

"Ada keanehan disitu, katanya motornya utuh, hpnya utuh dari situlah terjadi peristiwa pak Rudiana (Ayah Eky) bertemu dengan Aep dan dede," ujar Dedi.

Baca Juga: Geger! Ruben Onsu Sudah Gugat Cerai Sarwendah? Pengacara Beberkan Fakta Ini

Aep juga mengaku pada Dedi Mulyadi bahwa ia mengetahui wajah Pegi.

"Aep Dede inilah yang memberikan penjelasan bahwa dia melihat dari jarak 100 meter pada malam hari bisa melihat dah hafal satu persatu hingga 8 orang dan ia mengetahui wajah Pegi juga," sambung Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berjanji akan membantu untuk mengungkap kasus ini, dimulai dengan Saka Tatal.

"Pertama yang saya ingin lihat bener ngga Saka Tatal ini tidak melakukan, maka saya ingin membereskan Saka Tatal dulu," Kata Dedi.

Dedi pun mendapatkan informasi dari Sadikun yang merupakan paman Saka Tatal.

"Sadikun menjelaskan pada malam minggu itu Saka Tatal ngumpul di rumah ini, bersama dengan beberapa temannya dan mereka ngobrol," Ujar Dedi.

Kemudian Dedi menjelaskan bahwa Sadikun membantu temannya yang motornya sedang mogok dan membawanya ke bengkel.

Baca Juga: Hotman Paris Minta Kasus Vina Cirebon Dihentikan Sementara, Tidak Mungkin Terbongkar dan Minta Jokowi Turun Tangan

Dedi pun meminta melakukan rekonstruksi ulang saat mereka membawa motor temannya tersebut ke bengkel.

"Saya sendiri yang meminta mereka melakukan rekonstruksi hingga sampai ke bengkel dan pemilik bengkel membenarkan bahwa malam itu mendatangi bengkel," tutur Dedi.

Karena pernyataan tersebut, Dedi menyimpulkan bahwa tidak mungkin para terpidana termasuk Saka Tatal dapat melakukan aksi pembunuhan jika mereka berada ditempat yang berbeda.

"akhirnya saya berkesimpulan bahwa tidak mungkin orang melakukan pembunuhan, pem*rkosa*n dalam waktu yang sama dengan posisi yang berbeda," ungkap Dedi Mulyadi.

Lelaki berusia 53 tahun tersebut pun berharap adanya keadilan bagi para terdakwa yaitu mengajukan PK untuk mendapatkan novum baru. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# keterangan
# Aep
# Saka Tatal
# Vina
# Eky
# Dedi Mulyadi

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.