AYOJAKARTA.COM -- Penangkapan Pegi alias Perong DPO kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eki delapan tahun silma menuai banyak perhatian publik.
Banyak publik yang meragukan soal penangkapan Pegi alias Perong dan menduga bahwa orang yang bersangkutan merupakan korban salah tangkap dalam kasus Vina Cirebon.
Benny Mamoto, Ketua Harian Kompolnas sendiri mengungkap tiga kelemahan dalam pengungkapan kasus Vina Cirebon.
Dikutip Ayojakarta.con dari YouTube tvOneNews, Benny Mamoto mengatakan bahwa kelemahan yang pertama adalah soal CCTV di TKP yang sejak awal tidak diperiksa.
“Kami mengevaluasi banyak kelemahan, dintaranya CCTV nggak diambil nggak diperiksa harusnya sepanjang jalan yang dilalui oleh orang-orang itu minimal teridentifikasi plat nomor siapa pemiliknya,” kata Benny Mamoto.
Lalu yang kedua adalah soal sperma yang berada di tubuh korban pun tidak diperiksa.
Terakhir adalah tidak ada sketsa wajah ketika merilis ketiga DPO.
Baca Juga: Ayah Pegi Yakin Sang Anak Bukan Otak Pembunuhan Vina, Ungkap Sedang Lakukan Ini saat Kejadian
“kemudian kedua menyangkut masalah sperma di tubuh korban juga tidak diperiksa, kalau diperiksakan ketahuan DNA siapa,” ujarnya.
“kemudian ketika membuat DPO kenapa nggak dibikin sketsanya itu awalnya,” imbuhnya.
Menurutnya, seharusnya ada sketsa wajah yang tergambarkan agar publik pun dapat berpartisipasi membantu dalam pencarian.
Kelemahan-kelemahan itulah yang membuat banyak publik berspekulasi bahwa adanya dugaan salah tangkap.
Baca Juga: Ayah Pegi Yakin Sang Anak Bukan Otak Pembunuhan Vina, Ungkap Sedang Lakukan Ini saat Kejadian
Ditambah, sekarang kedua DPO lainnya digugurkan dan Pegi dinyatakan sebagai DPO terakhir dalam kasus Vina.
Sementara itu, dalam konferrnsi pers Pegi juga membantah soal dirinya yang disebut terlibat dalam pembunuhan Vina dan Eki.***

Share this article
Penangkapan Pegi alias Perong DPO kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eki delapan tahun silma menuai banyak perhatian publik.