AYOJAKARTA.COM - Setelah mengamankan Pegi Setiawan yang diduga merupakan dalang dalam kasus tewasnya pasangan Vina-Eky, Polda Jawa Barat menggelar jumpa pers.
Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan peran Pegi Setiawan dalam kasus pasangan Vina-Eky pada 2016 silam.
Sebelumnya, Pegi Setiawan yang diduga sebagai otak kasus tewasnya pasangan Vina-Eky pada 27 Agustus 2016 berhasil diamankan Polda Jabar pada 21 Mei 2024.
Baca Juga: KPM PKH Tambah Sumringah! Ini Nama Komponen Bansos Terbaru Senilai Rp10 Juta Lebih Per Tahun
Saat Kabid Humas Polda Jabar memberikan informasi kronologis, terlihat Pegi Setiawan hanya menundukan kepala dan berulang kali menggelengkan kepala.
Sehubungan dengan penyelenggaraan jumpa pers tersebut, Pakar Mikro Ekspresi Dody Triasmara ikut buka suara dan memberikan tanggapan.
Menurut Dody, gestur badan serta sikap wajah tertunduk yang diperlihatkan Pegi selama jumpa pers menunjukkan situasi tidak nyaman secara psikis karena kuatnya tekanan.
“Dia tidak mau menatap ke depan, itu menunjukkan bahwa dia di posisi yang sangat tidak bisa membela,” ungkap Dody.
Terkait dengan gelengan kepala saat Kabid Humas merinci kronologis, Dody menilai sikap Pegi tersebut merupakan ekspresi seseorang dalam menggali ingatan.
Gelengan kepala berulangkali yang diperlihatkan Pegi saat jumpa pers, menurut Dody merupakan indikasi adanya penyangkalan dalam ingatan.
“Itu adalah ekspresi saling silang yang terjadi di dalam pikiran, responnya seperti itu, semua berinteraksi di dalam dirinya,” imbuh Dody.
Dalam pengawalan dua petugas polisi, Pegi Setiawan juga sempat menyangkal setiap keterangan yang telah disampaikan Kombes Pol Jules Abraham.
Usai konferensi berlangsung, Pegi dengan tegas menyatakan menolak setiap keterangan yang disampaikan Kabid Humas dan bersedia membela diri.
Terkait dengan penyangkalan tersebut, pembelaan juga datang dari salah seorang yang mengaku bersama Pegi saat peristiwa Vina-Eky terjadi.
Menurut Suharsono alias Bondol yang merupakan saksi mata, di tanggal kejadian dirinya sempat diantar menuju angkot oleh Pegi dan rekan lainnya bernama Suparman.
Berangkat sekitar pukul delapan malam, Suharsono yang mengaku tidak betah memutuskan untuk kembali ke Cirebon setelah sepekan bekerja di kediaman Pak Aceng.
Dari terminal Leuwipanjang menuju Cirebon, Suharsono turun di KM 202 persis di bawah jembatan Talun yang menjadi lokasi kejadian sekitar pukul 23:00.
Lebih lanjut Suharsono mengaku tidak banyak menanggapi kerumunan di tempat kejadian usai mengetahui penyebabnya adalah peristiwa kecelakaan.
Karena itu, Suharsono mengaku sangat terkejut dengan penangkapan terhadap Pegi Setiawan, dan meyakini bahwa rekannya merupakan korban salah tangkap.
“Pegi saat itu ada di Bandung,” jelas Suharsono. ***

Share this article
Pakar Mikro Ekspresi Dody Triasmara buka suara soal gestur Pegi Setiawan diduga sebagai otak pembunuhan kasus Vina-Eky cirebon, janggal?