AYOJAKARTA.COM -- Pemilihan Paus baru pengganti Paus Fransiskus resmi dimulai pada 7 Mei 2025 di Kapel Sistina, Vatikan, dengan 133 kardinal elektor dari seluruh dunia yang berhak memilih dan dipilih.
133 kardinal elektor berkumpul untuk memilih pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma dengan sistem suara tertutup dan proses yang hanya akan berakhir saat salah satu kandidat memperoleh dua pertiga suara.
Dari proses konklaf ini, enam kardinal disebut sebagai kandidat terkuat untuk menduduki Takhta Suci Vatikan:
- Kardinal Peter Erdo (Hungaria): Uskup Agung Esztergom-Budapest, dikenal sebagai pakar hukum kanon dan figur konservatif yang dihormati di Eropa Tengah.
- Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina): Dijuluki “Fransiskus dari Asia”, dikenal progresif, berpengalaman di Vatikan, dan pernah menjabat sebagai Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa.
- Kardinal Matteo Zuppi (Italia): Uskup Agung Bologna, dikenal dekat dengan kaum marginal dan aktif dalam dialog antaragama.
Kardinal Pietro Parolin (Italia): Sekretaris Negara Vatikan, berpengalaman dalam diplomasi internasional dan administrasi Gereja.
- Kardinal Marc Ouellet (Kanada): Prefek Emeritus Kongregasi untuk Para Uskup, dikenal moderat dan berpengaruh di Amerika Utara.
- Kardinal Peter Turkson (Ghana): Berpengalaman memimpin Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian, dikenal berwawasan global dan dekat dengan isu sosial.
Proses konklaf akan berlangsung hingga salah satu kandidat memperoleh dua pertiga suara dari para kardinal elektor, yaitu minimal 89 suara dari 133 pemilih.
Namun, hari pertama konklaf pada hari pertama yakni 7 Mei 2025 terlihat masih mengeluarkan kepulan hitam, belum ada kandidat terpilih.***

Share this article
Pemilihan Paus baru pengganti Paus Fransiskus resmi dimulai, 133 kardinal elektor dari seluruh dunia yang berhak memilih dan dipilih.