AYOJAKARTA.COM - BPNT atau bantuan pangan non tunai sudah ada lagi info terbarunya. Info terbaru ini bersama dengan BLT Mitigasi Risiko Pangan.
Ternyata, berdasar info terbaru tentang perubahan status di aplikasi SIKS-NG untuk bansos BPNT dan BLT Mitigasi Risiko Pangan tanggal 28 Februari 2024, bantuan belum bisa cair segera dan perjalanan perubahan status masih panjang. Apakah maksudnya?
Beberapa bank yang termasuk HIMBARA yaitu bank BRI, BNI, Mandiri, dan BSI telah mengalami perubahan status menjadi verifikasi rekening.
Begitu juga dengan bantuan BPNT yang pencairannya melalui PT Pos Indonesia. Statusnya juga masih verifikasi rekening.
“Bank BRI, BNI, Mandiri, bank BSI, dan juga PT Pos Indonesia kompak sudah mulai proses verifikasi rekening untuk bantuan BPNT 2 bulan (Februari-Maret) sebesar 400.000 rupiah/KPM,” ujar pemilik akun YouTube DIARY BANSOS yang merupakan pendamping sosial bansos.
Namun ternyata, proses verifikasi rekening tersebut masih berada di awal. Perjalanan masih panjang menuju pencairan bantuan.
Baca Juga: Pilih Satu Coretan dan Ungkap Jenis Trauma yang Tersimpan di Alam Bawah Sadar Kamu
“Nah, proses verifikasi cek rekening itu adalah proses awal di mana pihak Kemensos sedang mengolah data dari para KPM apakah ada yang bermasalah atau tidak,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kalau hasil dari cek rekening tersebut bisa dua hal yaitu berhasil atau gagal.
“Di SIKS-NG ada keterangan berhasil cek rekening, ada yang keterangannya gagal cek rekening,” jelasnya.
Setelah berhasil verifikasi rekening nanti ada SPP, SPM, SP2D, SI, dan juga top up menurut pemilik akun YouTube DIARY BANSOS.
“Setelah verifikasi rekening masih ada proses namanya SPP, SPM, SP2D, SI, dan juga top up,” jelasnya melanjutkan.
Sedangkan untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar 600.000 rupiah/KPM belum terdapat kabar lagi.
“Kemudian untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan yang 600.000 rupiah juga sama di aplikasi SIKS-NG belum terupdate,” akhirnya.

Share this article
BPNT atau bantuan pangan non tunai sudah ada lagi info terbarunya. Info terbaru ini bersama dengan BLT Mitigasi Risiko Pangan.