AYOJAKARTA.COM -- Pengamat politik, Rocky Gerung, mengungkapkan keraguan terhadap perhitungan cepat dalam Pilpres 2024.
Diketahui, dalam perhitungan cepat Pilpres 2024 yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga survei, pasangan Prabowo-Gibran unggul jauh dari dua pasangan lainnya.
Namun, menurut Rocky Gerung, perhitungan cepat Pilpres 2024 memunculkan pertanyaan, apakah angka yang dihasilkan merupakan angka elektoral atau angka moral.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Anies Baswedan Tak Mungkin Jadi Presiden karena Ada Penghalang, Apa Itu?
"Angka hitung cepat itu bukan kita persoalkan, kita hanya bertanya apakah angka itu angka elektoral atau angka moral?" ujar Rocky Gerung dikutip ayojakarta.com dar channel Youtube Kompas TV pada Minggu (18/2/2024).
Ia menegaskan bahwa meskipun angka tersebut dihasilkan secara elektoral, namun bisa saja dibatalkan oleh pertimbangan moral.
"Dihasilkan secara elektoral tetapi dibatalkan oleh moral," katanya.
Ia juga mengemukakan bahwa kemungkinan kemenangan yang hanya terjadi karena margin of error atau margin of terror, sehingga menyebabkan adanya sisi skeptisisme dalam hasil tersebut.
Baca Juga: Rocky Gerung Blak-Blakan Sebut Nama Orang yang akan Halangi Anies Baswedan Jadi Presiden, Siapa?
"Yang saya baca anak muda itu seolah-olah tidak terwakilkan pada hasil itu. Mungkin Gen Z menganggap ada hal yang tidak normal dalam pemilihan," paparnya.
Ia berpendapat, bahwa suara Generasi Z menjadi sangat penting dan berpotensi berbahaya jika tidak dijelaskan dengan baik mengenai alasan kegagalan mereka untuk memiliki harapan tentang perubahan.
"Suara mereka itu benar-benar suara Tuhan kan," pungkasnya.

Share this article
Menurut Rocky Gerung, perhitungan cepat Pilpres 2024 memunculkan pertanyaan apakah angka yang dihasilkan angka elektoral atau angka moral.