AYOJAKARTA.COM - ketua umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa Presiden Jokowi telah memintanya agar laporan yang diajukan ke polisi terhadap budayawan Butet Kartaredjasa dicabut.
Hal ini disampaikan setelah adanya reaksi dari Presiden Jokowi terhadap situasi tersebut, di mana Jokowi meminta Projo untuk mencabut pelaporan tersebut yang dilakukan terhadap Butet di Polda DIY.
Melalui Budi Arie, Presiden mengatakan bahwa Butet adalah seorang kawan, sehingga tidak seharusnya situasi ini membuat publik menjadi gaduh.
Sebelumnya, Butet dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi pada tanggal 30 Januari 2024.
Ketua umum Projo, Budi Arie, menyampaikan pesan tertulis bahwa Presiden Jokowi meminta agar Projo atau relawan Jokowi untuk mencabut pelaporan tersebut. Dengan demikian, ada upaya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Butet mengapresiasi langkah Presiden Jokowi untuk mencabut laporan terhadap dirinya, namun ia menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan tidak hanya berlaku untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk relawan lain yang memperjuangkan demokrasi dan konstitusi.
"Perintah Pak Jokowi itu juga bermakna supaya relawan-relawan itu tidak hanya sibuk menjilat, tidak sibuk mencari muka kepada Presiden, Stop mencari muka!" tegas Butet, seperti yang dikutip dari KOMPAS TV Lampung, pada Selasa 6 Februari 2024.
Baca Juga: Dianggap Hina Jokowi Saat Kampanye Ganjar-Mahfud MD, Butet Kertaredjasa Dilaporkan ke Polisi
Ia juga meminta agar pencabutan laporan tidak hanya berlaku untuk kasusnya, tetapi juga untuk aktivis lain seperti Aiman dan Palti Hutabarat yang dilaporkan atas kritik mereka terhadap pemerintah.
Butet mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan dilakukan karena kecintaan terhadap Jokowi dan ingin memastikan bahwa Jokowi tetap berada di jalur demokrasi.
"Semua orang termasuk saya adalah orang-orang yang mengapresiasi seluruh pencapaian Pak Jokowi, orang-orang yang mencintai Pak Jokowi. Itu sebabnya karena kami mencintai kami mengingatkan, kami mengkritik supaya Pak Jokowi tetap berada dalam jalur demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi," jelas Butet.
Butet menegaskan bahwa ia dan kawan-kawannya tetap berteman dengan Jokowi, namun jika Jokowi dan kawan-kawannya tidak mempedulikan demokrasi, mereka akan tetap berseberangan secara politik.
Baca Juga: BEM Universitas Trilogi Alami Intimidasi, Sejumlah Kampus di Indonesia Kritik Jokowi
"Kita tetap berteman sebagai manusia, tapi jika Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak mempedulikan demokrasi, berarti Maaf Pak, kita konsisten untuk tetap berseberangan," tegas Butet.
Butet juga berharap agar situasi di Yogyakarta tetap kondusif dan tidak ada kegaduhan akibat kasus ini.
"Saya dan kawan-kawan bersama kepolisian di Jogja dengan Kapolda Jogja sudah membuat komitmen untuk tidak membuat Jogja berisik, tetapi Jogja yang asik," kata Butet.
Pernyataan Butet ini menuai berbagai reaksi dari publik. Ada yang mendukungnya dan ada pula yang mengecamnya. Namun, Butet menegaskan bahwa ia hanya ingin menyampaikan kritiknya dengan cara yang santun dan tanpa bermaksud menyerang Jokowi secara pribadi.

Share this article
Jokowi mengatakan Butet Kartaredjasa adalah seorang kawan, sehingga tidak seharusnya situasi ini membuat publik menjadi gaduh.