AYOJAKARTA.COM -- Kuasa hukum Brigadir J, Martin Simanjuntak merespons pernyataan Mahfud MD soal klaim berjasa dalam kasus Ferdy Sambo.
Martin Simanjuntak membantah pernyataan cawapres nomor urut 01 soal keluarga Brigadir J yang mengklaim keluarga Brigadir J datang menemui sambil nangis-nangis tidak percaya ada pembunuhan.
Pengacara ini merasa beberapa hal yang disampaikan oleh Mahfud MD soal klaim di kasus Ferdy Sambo tidak sesuai dengan fakta.
“Mungkin Pak Mahfud mau menghibur relawan ya, karena kalau di video yang utuh itu ada kata-kata sebelum Pak Mahfud berbicara tuh oh ini pak Mahfud MD orang yang paling berjasa katanya dalam kasus Joshua. Kalau itu kan ya itu interpretatif ya, kalau ada orang yang menganggap demikian ya silakan,” ujar Martin Simanjuntak.
“Tapi setahu saya Pak Mahfud itu hanya mengawal sesuai dengan instruksi presiden yang empat kali ngomong itu agar kasus itu dibuka seterang-terangnya,” imbuhnya dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat – HORAS INANG pada Minggu (4/2/2024).
Martin Simanjuntak menyebut pertemuan yang dimaksud oleh cawapres nomor urut 03 terjadi pada bulan Februari 2023.
Pada pertemuan tersebut menurutnya keluarga Brigadir J tidak datang apalagi sambil menangis-nangis.
Baca Juga: Disebut Bakal Gantikan Posisi Mahfud MD Jadi Menko Polhukam, Prof Yusril Ihza Mahendra: Dari Dulu...
“Pak Mahfud pada saat itu justru berbicara begini, waduh kalau case per case gini saya tidak bisa bantu. Karena saya hanya mengawal polisi selesailah itu,” ujar Martin Simanjuntak.
“Saya nanya juga Pak Mahfud Pak itu Richard Eliezer tuntutan 12 tahun bagaimana pak, Pak Mahfud no komen. Boleh ditanya nanti sama Pak Mahfud ya,” sambungnya.
Pengacara Brigadir J menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 03 di depan para pendukungnya merupakan sebuah kebohongan.
Ia pun menduga jika Mahfud MD sedang mengalami lupa ingatan atau justru ngarang soal pertemuan tersebut.
“Antara lupa ingatan atau ngarang, kalau saya melihatnya karena ini bukan fakta ya kalau memang mau diperbaik kata-katanya lupa, tapi kalau agak sedikit buruk ya mengarang,” kata dia.
“Mungkin dia lupa karena pernah ketemu ya sudahlah mungpung ada relawan yang bilang ini jasanya Pak Mahfud saya kemas ajalah fakta yang terjadi 2023 saya kemas tarik mundur setelah terjadinya pelaporan 1 Juli biar seakan-akan sebagai alasan pembenaran,” sambungnya.
Martin Simanjuntak menyayangkan atas pernyataan Mahfud MD yang mengatakan Kamaruddin Simanjuntak, Irma Hutabarat dan keluarga Brigadir J datang sambil nangi-nangis.
Dan akhirnya karena nangis-nangis kasus tersebut akhirnya dibantu, menurutnya justru pertemuannya dengan Mahfud MD tidak membahas mengenai Brigadir J karena pada saat itu kasus sudah dalam proses pengadilan dan sudah tahap tuntutan.***
Share this article
Mahfud MD klaim seluarga Brigadir J nangis-nangis minta dibantu, Martin Simanjuntak membantah dan menyebut bohong, seakan-akan jasanya.