AYOJAKARTA.COM -- Buntut panjang pernyataan Presiden Jokowi mengenai presiden boleh memihak dan kampanye mendapat tanggapan dari capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
Ganjar mengatakan bahwa ketentuan tersebut berlaku hanya untuk presiden yang ingin kembali mencalonkan diri atau incumbent.
"Ketentuan itu berlakunya hanya untuk presiden yang mau maju lagi, yang incumbent. Tapi kalau tidak lebih baik netral semuanya," ungkap Ganjar dikutip dari YouTube Kompas TV pada Senin 29 Januari 2024.
Selain itu, Ganjar juga mengatakan bahwa perkataan yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi mengkhawatirkan.
"Ketika semua dibalikkan mulai dengan statement baru ikut kampanye, maka saat ini agak mengkhawatirkan," tambahnya.
Pernyataan Presiden Jokowi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena adanya sikap ketidaknetralan, sehingga mengurangi mengurangi kualitas demokrasi.
Ganjar juga mengatakan jika Presiden haruslah netral seperti perintah presiden kepada kepala daerah, TNI, POLRI dan ASN.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan jika presiden boleh untuk kampanye dan memihak pada Pilpres 2024.
"Yang paling penting presiden itu boleh lho berkampanye, presiden itu boleh lho memihak," ungkap Presiden Jokowi di hadapan salah satu capres, Prabowo Subianto.
Jokowi juga mengatakan bahwa itu merupakan hak demokrasi dan hak politik setiap orang.
Atas pernyataan dari Presiden Jokowi ini banyak pihak ikut memberikan tanggapan, termasuk Ganjar Pranowo.***

Share this article
Buntut panjang pernyataan Presiden Jokowi mengenai presiden boleh memihak dan kampanye mendapat tanggapan dari Ganjar Pranowo.