AYOJAKARTA.COM - Program Kartu Prakerja merupakan program dari pemerintah untuk mengembangkan kompetensi kerja, yang ditujukan kepada pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, dan para pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Program Kartu Prakerja hadir untuk menjawab semua tantangan dalam menyiapkan dan meningkatkan angkatan kerja di Indonesia yang lebih berkualitas.
Dikutip dari laman ekon.go.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berharap dengan adanya Program Kartu Prakerja dapat meningkatkan skill untuk jutaan orang dalam setiap tahunnya.
Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 63 Dibuka, Simak Insentif dan Cara Mendaftarnya!
Airlangga Hartarto menambahkan sejak diluncurkannya Program Kartu Prakerja pada April 2020 yang lalu, Kartu Prakerja telah menjangkau 17,5 juta peserta di 514 di Kabupaten/Kota di Indonesia.
Dengan meningkatkan produktivitas kerja yang dibutuhkan yaitu upskilling dan reskilling, bagi yang sudah bekerja maupun yang sedang mencari kerja.
Hingga saat ini jumlah angkatan Kartu Prakerja di Indonesia telah mencapai 147 juta orang yang telah menyiapkan diri atas perubahan yang terjadi di dunia kerja.
Dengan adanya tuntutan skill yang terus meningkat dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, menuntut angkatan kerja untuk terus beradaptasi, berdaya tahan tinggi, dan terus bertumbuh.
“Program ini dapat mendorong peningkatan skill jutaan orang per tahunnya, karena tidak ada satupun perguruan tinggi yang bisa, hanya Kartu Prakerja,” Airlangga Hartarto dalam acara ‘Kolaborasi Penguatan Tata Kelola Program Kartu Prakerja’ di Jakarta, pada Selasa, 23 Januari 2024.
Pada tahun 2024 pemerintah menargetkan 19 juta orang untuk mengikuti Program Kartu Prakerja, dan menjadikan sebagai salah satu contoh e-government yang sukses untuk kedepannya.
Baca Juga: Kartu Prakerja Tahun 2024 Sudah Dibuka, Ini Tips dan Syarat yang Harus Dilakukan bagi Pemula
Pada skema nominal bantuan Kartu Prakerja yang diterima dapat disesuaikan, yaitu senilai Rp4,2 juta per individu.
Dengan rincian Rp3,5 juta yang dapat dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan yang telah disediakan dan dapat diakses di berbagai platform digital mitra Kartu Prakerja.
Sementara itu, dalam program Kartu Prakerja terdapat berbagai macam pelatihan digital, dimulai dari bahasa pemrograman, analisis data, hingga ethical hacking.
Selain itu, terdapat juga pelatihan pengopersian alat berat seperti truk, bus, excavator, maupun bulldozer yang dapat digunakan untuk merespon sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, logistik, dan transportasi.***

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto umumkan target program Kartu Prakerja 2024 akan menyasar ke 19 juta orang.