AYOJAKARTA.COM – Menjadi program yang paling dinanti, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan informasi terbaru Kartu Prakerja 2023.
Program Kartu Prakerja 2023 merupakan sebuah program dari oleh pemerintah berupa bantuan untuk calon wirausahawan berupa uang untuk melatih soft skill.
Berbeda dengan Kartu Prakerja 2022 yang bersifat semi bansos, banyak perubahan yang terjadi pada Kartu Prakerja 2023, apa sajakah itu?
Baca Juga: Catat! Inilah Jumlah Gelombang Prakerja 2023 dan Jumlah Peserta yang Diterima Setiap Batch
Dikutip melalui setkab.go.id, berikut 5 perubahan dari Kartu Prakerja 2023.
Perubahan Kartu Prakerja 2023
Pertama, Menko Airlangga menginformasikan bahwa Prakerja 2023 tahap pertama akan ditargetkan untuk 595 ribu penerima dengan anggaran sebesar Rp2,67 triliun.
"Ini berbeda di mana sebelumnya capai Rp18 triliun, target kita satu juta penerima kartu prakerja, tetapi apabila anggaran hanya Rp2,67 triliun maka separuhnya yaitu 595 ribu," terang sang Menko, dikutip Selasa, 31 Januari 2023.
Baca Juga: Ternyata Manfaat Saldo Pelatihan Kartu Prakerja 2023 Bisa Dapatkan 2 Hal Ini, Sudah Tahu?
Kedua, sistem yang berbeda, bukan lagi semi bansos, tetapi menggunakan sistem normal.
Peserta Prakerja 2023 juga harus mengikuti pelatihan dengan durasi minimal 15 jam, dan lebih difokuskan pada pelatihan kompetensi kerja daripada bantuan sosial atau bansos, yang kana sebelumnya pelatihan hanya sekitar 6 jam.
“Program Kartu Prakerja berlanjut pada tahun 2023 dengan pelaksanaan skema normal yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2022 yang aturan pelaksanaannya tertera pada Permenko Perekonomian Nomor 17 Tahun 2022,” ungkap Menko Airlangga.
Ketiga adalah anggaran, masih sama yaitu Rp4,2 juta per individu, dengan rincian berupa bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu yang diberikan sebanyak satu kali, serta insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei, tetapi insentif lebih sedikit karena akan difokuskan pada pelatihan.
Baca Juga: Inilah 6 keuntungan Kartu Prakerja 2023 yang Bisa Kamu Nikmati, Begini Cara Daftarnya!
Keempat, perbedaan Prakerja 2023 dengan tahun sebelumnya atau 2022 adalah pelatihan yang hybrid hingga luring atau offline secara bertahap.
Pelatihan luring akan dilaksanakan secara bertahap diawali dengan 10 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, NTT, dan Papua.
Terakhir, penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga lainnya, seperti Bantuan Subsidi Upah hingga penerima PKH atau Keluarga Penerima Manfaat PKH diperbolehkan untuk menjadi peserta program Kartu Prakerja tahun 2023.
“Karena tidak lagi bersifat semi bansos, maka penerima bantuan seperti [Bantuan] Subsidi Upah, BPUM, dan PKH boleh menjadi peserta Kartu Prakerja karena itu untuk retraining dan reskilling bukan bansos lagi,” terang Menko Airlangga Hartarto.
Selain itu, informasi pembukaan Kartu Prakerja 2023 bisa selalu dipantau melalui berbagai media sosial resmi, karena skema yang normal sehingga bersifat training atau pelatihan, diharapkan Prakerja 2023 lebih efektif meningkatkan kompetensi para calon pelaku UMKM, hingga calon pencari kerja.***

Share this article
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan informasi terbaru Kartu Prakerja 2023 dan ada perubahan skema.