AYOJAKARTA.COM - Nama Tom Lembong mendadak viral di platform media sosial X pada Senin 22 Januari 2024.
Alasan viral tersebut karena namanya berkali-kali disebut Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres, pada Minggu (21/1/2024) malam.
Gibran sedikitnya menyebut Tom Lembong sebanyak dua kali ketika debat dengan calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Lalu siapa Tom Lembong?
Baca Juga: Saling Serang saat Bahas Inflasi Hijau atau Greenflation, Mahfud MD: Jawabannya Ngawur Juga Itu
Dikutip ayojakarta.com dari akun Linkedin-nya pada Senin (22/1/2024), ia menulis profilnya adalah mantan Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.
Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Consilience Policy Institute sejak September 2020 hingga sekarang di Singapura.
Sebelumnya, Tom Lembong juga menjabat sebagai Ketua BKPM selama empat tahun dari Agustus 2016 hingga November 2019 di Jakarta.
Pada masa sebelumnya, ia menduduki posisi Menteri Perdagangan Republik Indonesia dari Agustus 2015 hingga Juli 2016.
Baca Juga: Namanya Disenggol Gibran Rakabuming Raka saat Debat Cawapres, Tom Lembong: Rindu Mungkin Ya
Tom Lembong memiliki pengalaman luas dalam manajemen bisnis dan investasi, sebagai Co-Founder Principia Management Group selama sembilan tahun dari Mei 2006 hingga Agustus 2015.
Selama periode yang sama, ia juga menjabat sebagai CEO dan Co-Founder Quvat Capital Management.
Pendidikan formal Tom Lembong ditempuh di Harvard University, di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang Arsitektur dan Desain Perkotaan.
Perjalanan karier yang cemerlang dan kontribusinya dalam mengelola investasi dan perdagangan menjadikan Tom Lembong sebagai salah satu tokoh penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Cak Imin Singgung Kepemilikan Tanah 500 Ribu Hektar di Visi Misi Debat Cawapres, Sindir Prabowo?
Keberhasilannya di berbagai posisi kepemimpinan mencerminkan dedikasinya terhadap kemajuan dan pembangunan negara.
Pada awal Januari 2024 lalu, namanya menjadi headline pemberitaan setelah memutuskan bergabung dengan tim pemenangan Anies Baswedan.
Tom Lembong bertanggung jawab untuk menyampaikan visi dan misi Anies Baswedan kepada publik serta memberikan analisis dan rekomendasi ekonomi kepada calon presiden tersebut.
Kehadiran Tom Lembong dalam tim Anies Baswedan dinilai memperkuat posisi calon presiden tersebut di bidang ekonomi.
Baca Juga: KOCAK! Cak Imin Tagih Janji ke Pendukung karena Tampil Ciamik di Debat Cawapres 2024, Janji Apa Itu?
Ketika menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Thomas Lembong mencetuskan kebijakan kontroversial yang menjadi sorotan publik.
Ia mengambil alih kepemimpinan Kementerian Perdagangan pada 12 Agustus 2015, menggantikan Rachmat Gobel.
Seperti pendahulunya, Tom Lembong hanya menjabat sebagai Menteri Perdagangan selama kurang dari setahun, setelah mengalami reshuffle oleh Presiden Jokowi pada 26 Juli 2016.
Salah satu keputusan kontroversial yang diambil Tom Lembong adalah penambahan kuota impor sapi sekitar 300 ribu ekor.
Baca Juga: Yakin Ada Rekayasa, Otto Hasibuan Beberkan Peran Krusial Krishna Murti dalam Kasus Jessica Wongso
Keputusan tersebut diambil dengan alasan untuk menekan kenaikan harga daging yang mencapai Rp 140 ribu per kilogram pada saat itu.
Meski demikian, kebijakan tersebut menuai kontroversi karena dianggap tak sejalan dengan pandangan Bulog dan Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa ketersediaan sapi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Posisi Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan yang hanya berlangsung singkat kemudian digantikan Enggartiasto Lukita.***

Share this article
Disenggol Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres, sosok Tom Lembong ternyata pernah kena reshuffle Jokowi.