AYOJAKARTA.COM – Otto Hasibuan hingga kini masih terus berupaya untuk membuktikan jika ada rekayasa dalam kasus Jessica Wongso.
Seperti yang diketahui kasus kopi sianida ini belakangan kembali mencuat usai film dokumenter berjudul Ice Cold: Coffee, Murder, and Jessica Wongso dirilis oleh Netflix.
Terbaru, dikutip dari akun TikTok @indonewsupdate_ pada (22/1/24), Otto Hasibuan membeberkan kejanggalan dalam kasus ini salah satunya yaitu peran Krisna Murti.
Baca Juga: HORE! SK Penerima Bansos 2024 Sudah Ditetapkan, Pastikan Anda Jadi KPM BPNT, PKH dan BLT EL Nino
Otto Hasibuan menyatakan jika saat itu, Krishna Murti adalah oknum kepolisian yang memegang peran penting dalam kasus tersebut.
“Krishna Murti dia itu adalah Direktur Pidana Umum Polda Metro pada waktu itu,” terang Otto Hasibuan.
Dimana kala itu, Otto Hasibuan menyebut bahwa Krishna Murti membuat keterangan pers yang cukup krusial soal otopsi jenazah Mirna Salihin.
“Dia membuat wawancara keterangan pers, dia bilang supaya mayat ini diotopsi karena kalau ada kecurigaan ada dugaan mati seseorang yang tidak wajar maka harus dilakukan otopsi, kalau tidak dilakukan otopsi maka kami tidak bisa melakukan penyelidikan maupun penyidikan,” ungkap Otto menerangkan pernyataan Krishna Murti saat itu.
“Dan oleh karena itu kalau dia tidak mau katanya, dia harus bikin pernyataan dia tidak mau dan karenanya case closed,” lanjutnya.
Namun rupanya, Krishna Murti justru terus membujuk pihak keluarga Mirna untuk melakukan otopsi.
Apa yang terjadi, ternyata tidak diotopsi, Krishna Murti mengatakan kalau tidak diotopsi case closed,” beber Otto.
Dia bujuk sana (keluarga Mirna) supaya diotopsi, dia mau pertama kali tapi dia tidak otopsi, apa yang anda pikirkan, ini kan mengerikan sekali,” imbuhnya.
Sikap Krishna Murti itulah yang kemudian membuat Otto Hasibuan mempertanyakan apa sebenarnya tujuan di balik itu semua.
Padahal sebelumnya Krishna Murti sempat menuturkan jika tidak ada otopsi maka kasus akan ditutup dan memang dari pihak keluarg akorban juga menolak otopsi.
“Sehingga saya bertanya dalam hati saya kenapa Krishna Murti harus melakukan hal itu, dia bujuk-bujuk Edi Darmawan Salihin supaya mau mayatnya (Mirna Salihin) yang sudah mau dikubur dibuka kembali diserahkan ke rumah sakit ya dibujuk-bujuk supaya diotopsi,” terang Otto Hasibuan.
Baca Juga: Alvin Lim Akui Siap Potong Leher Usai Tantang Mahfud MD Selesaikan Persoalan Ini, Apa?
Mengejutkan lagi, ternyata otopsi juga tetap tidak dilakukan, yang dilakukan hanyalah mengambil sampel dari lambung jenazah Mirna Salihin.
“Ternyata tidak otopsi, untuk tujuan apa, dan apa yang terjadi hanya diambil sampel dari lambungnya,” tegas Otto.
Sementara itu, Otto Hasibuan berprinsip bahwa satu-satunya cara untuk menguak kematian seseorang yang tidak wajar adalah dengan otopsi.
“Kedua prinsip yang paling dasar di dunia ini gak ada satu orangpun yang bisa menentukan sebab matinya seseorang yang mati karena tidak wajar kecuali otopsi tapi tanpa otopsi,” ujar Otto Hasibuan.
Namun dalam kasus Jessica Wongso ini, hakim bisa menyimpulkan jika Mirna Salihin tewas akibat racun sianida sementara tidak ada otopsi yang dilakukan.
“Hakim bisa mengatakan ini mati karena sianida,” ungkap Otto Hasibuan.
Hal itulah yang kemudian membuat Otto Hasibuan yakin betul jika ada rekayasa di kasus ini, dan ia juga yakin Jessica tak bersalah.
“Bagaimana ya, saya meyakini dengan hati dan pikiran saya, dengan ilmu yang Tuhan berikan kepada saya bahwa Jessica ini tidak bersalah, tetapi dia dihukum,” ujar Otto Hasibuan dengan yakin.***

Share this article
Otto Hasibuan membeberkan kejanggalan dalam kasus ini salah satunya yaitu peran Krisna Murti, apa saja?