AYOJAKARTA.COM - Mahfud MD baru-baru ini membongkar sebuah rahasia terkait isu penjegalan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Selain itu, Mahfud MD juga mengungkap alasan ketidaksediaan dirinya menjadi cawapres dan berpasangan dengan Anies Baswedan.
Mahfud MD mengungkapkan hal itu pada saat dirinya diundang di salah satu podcast, yakni podcast Curhat Bang Denny Sumargo.
Baca Juga: Alasan Mahfud MD Terima Tawaran Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, dan Menolak Pinangan Anies Baswedan
Dalam podcast tersebut, Mahfud MD mengatakan awalnya dirinya lebih dahulu mendapatkan tawaran menjadi cawapresnya dari kubu Anies Baswedan.
Mahfud MD mengaku dirinya mendapatkan tawaran menjadi cawapres Anies Baswedan pada pertengahan bulan Ramadhan lalu, yakni pada tanggal 6 April 2023.
Sedangkan dirinya mendapatkan tawaran menjadi cawapres dari Ganjar Pranowo yakni pada tanggal 17 Oktober 2023, dan tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Oleh karena, pada saat awalnya ditawarkan menjadi cawapres Anies Baswedan, Mahfud MD sempat menolaknya.
Adapun alasan penolakan tersebut agar tidak ada atau untuk menghindari adanya tuduhan bahwa pemerintah menyusup ke koalisi Perubahan agar pencalonan Anies Baswedan tidak terjadi.
Hal tersebut dikarenakan, dalam koalisi Perubahan tersebut terdapat keinginan masing-masing partai dalam mengajukan calonnya agar dapat menjabat sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.
“Pada waktu itu koalisinya Pak Anies itu Surya Paloh ya, Partai Nasdem, kemudian partai Demokratnya Pak SBY, Partai PKS. Ini rebutan cari calon presiden. Nah partai Demokrat itu sudah mengatakan kalau wakil presidennya bukan AHY, Demokrat akan keluar dari koalisi,” terang Mahfud MD.
Nah, analisisnya, seandainya salah satu partai dari koalisi Perubahan tersebut keluar, maka pencalonan Anies Baswedan akan batal.
Hal tersebut karena seandainya partai Demokrat benar keluar dari koalisi tersebut, maka jumlah kursi DPR RI yang dimiliki koalisi tersebut hanya dapat 13%, sedangkan syarat untuk mencalonkan diri menjadi presiden harus memiliki minimal 20% kursi di DPR RI.
Sehingga alasan tersebutlah yang membuat Mahfud MD untuk tidak menerima tawaran menjadi cawapresnya Anies Baswedan.
Dan hal yang ditakutkan tersebut pun akhirnya terjadi, dan untungnya Partai PKB, yang diketuai oleh Muhaimin Iskandar bergabung ke dalam koalisi Perubahan, dan akhirnya Muhaimin Iskandar pun menjadi cawapres dari Anies Baswedan.***

Share this article
Mahfud MD memilih untuk menolak menjadi cawapres Anies Baswedan agar isu pemerintah jegal capres no urut 1 itu tidak terjadi.