AYOJAKARTA.COM - Indonesia merupakan negara yang memiliki ragam budaya di setiap penjuru wilayahnya.
Salah satu tradisi yang melekat adalah Cowongan.
Pernahkah kalian mendengar istilah Cowongan? Jika belum, simak informasi selengkapnya di sini.
Cowongan sendiri merupakan suatu tradisi memanggil hujan yang biasa digunakan masyarakat Jawa khusunya di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Baca Juga: 7 Tipe Orang Narsistik, Nomor 3 Ternyata yang Paling Kejam
Tradisi Cowongan sendiri telah ada sejak nenek moyang dan masih terus berkembang di wilayah tersebut.
Lantas, bagaimana bentuk dari Cowongan?
Dikutip dari akun Instagram @localpridegarage, Cowong sendiri merupakan boneka yang terbuat dari tempurung kelapa lalu diberi baju dari jerami, rumput, daun atau kain dan didandani seperti wanita sebagai lambang perwujudan bidadari.
Menurut kepercayaan masyarakat Banyumas, perwujudan bidadari itu merupakan Dewi Sri atau dewi padi yang merupakan lambang kemakmuran dan kesejahteraan.
Boneka Cowongan ini biasa digunakan masyarakat Banyumas dan sekitarnya untuk tradisi memanggil hujan.
Bagi orang yang belum pernah melihatnya mungkin akan mengira boneka Cowong itu adalah jelangkung karena dimainkan dengan dibuat seperti terbang.
Baca Juga: Bersama Himbara, BJBR Juara 3 ARA 2022 Kategori Perusahaan Go Publik Keuangan
Namun, sejatinya boneka Cowong dengan Jelangkung adalah dua hal yang berbeda.
Sebab, tradisi Cowong ini lahir dari kalangan petani sejak zaman dahulu sebagai tradisi pemanggilan hujan ketika musim kemarau tiba.
Sedangkan Jelangkung sendiri adalah permainan tradisional untuk memanggil arwah.
Menurut informasi, nama Cowongan berasal dari batok yang dicowang-coweng, di mana ada yang mengartikan dicorat-caret atau digerakan.***

Share this article
Pernahkah kalian mendengar istilah Cowongan? Jika belum, simak informasi selengkapnya di sini. Tradisi dan budaya soal apa?