AYOJAKARTA.COM – Dianggap menyalah gunakan wewenang, pencalonan Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo Subianto masih menuai kontroversi.
Meski nama Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming telah dinyatakan oleh Komisi Pemilihan Umum dalam Daftar Calon Tetap, namun opini masih banyak terjadi.
Masuknya Gibran Rakabuming ke barisan Prabowo Subianto, dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk perpecahan antara PDIP dengan keluarga Jokowi.
Terlebih dalam pidato resminya, Ketua Umum PDIP Megawati sempat menyinggung tentang adanya kecurangan Pemilu.
Sehubungan dengan adanya anggapan perpecahan antara PDIP dengan keluarga Jokowi, Politisi PDIP Aria Bima memberi tanggapan.
Menurut Aria, sampai dengan saat ini Megawati Soekarnoputri masih memberi mandat kepada seluruh kadernya untuk menghujat, terlebih kepada Presiden.
Karena itu, Aria menambahkan segala bentuk kritik terhadap Presiden perlu disikapi dengan arif serta tidak mengabaikan aspek kontekstual.
“Kalau ada hal-hal yang terkait dengan menurunkan Pak Jokowi, Pemilu tanpa Jokowi, jelas PDIP akan berada di baris terdepan untuk menghalangnya,” jelas Aria.
Namun demikian, Aria menjelaskan bahwa PDIP tidak bersikap reaktif terhadap situasi dan perkembangan politik yang kini terjadi.
Terkait dengan pernyataan Megawati mengenai penyalah gunaan wewenang serta kecurangan pemilu, Aria memberi tanggapan.
“Demokrasi dan hukum yang coba diobrak-abrik untuk kepentingan kekuasaan apalagi keluarga, saya melihat ekspresi Bu Megawati tetap tenang,” ungkap Aria.
Karena itu adanya anggapan yang menyebut bahwa PDIP dengan keluarga Jokowi sudah berpisah, hal tersebut merupakan perkara mengada-ada.
Kritik pedas yang disampaikan Megawati terkait pemilu, menurut Aria merupakan bentuk refleksi pelajaran sejarah dari zaman sebelumnya Reformasi terjadi.
“Bukan untuk Pak Jokowi, tapi lebih kepada penyelenggara negara ini untuk kembali ke rel dan memaknai demokrasi yang kita sepakati,” tegas Aria.
Oleh karena itu, Aria menilai penting bagi setiap penyelenggara untuk juga mengikuti arahan Presiden terkait dengan menjaga netralitas.
Kendati situasi saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa putra Jokowi, Gibran sudah berpasangan dengan Prabowo Subianto.
“Pak Jokowi adalah Bapak yang baik mengijinkan putranya menjadi Wakil Presidennya Pak Prabowo,” jelas Aria.
Baca Juga: Digugat Rp 204 Triliun oleh Alumni UNS, Gibran Rakabuming Tanggapi Santai
Namun demikian, Aria menambahkan akan menjadi lebih baik lagi jika Jokowi juga bisa menjadi sosok pemimpin bangsa sebagaimana harapan Megawati.
Sehubungan dengan pernyataan Megawati, Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran memberi tanggapan.
Menurut Dahnil Anzar, secara tekstual pernyataan yang disampaikan Megawati tersebut merupakan pernyataan normatif.
“Secara kontekstual, ada pesan introspektif dan kontemplatif kepada semua pihak,” jelasnya dikutip Ayojakarta pada Selasa, 14 November 2023, dari Kompas TV.

Share this article
Masuknya Gibran Rakabuming ke barisan Prabowo Subianto, dinilai kalangan sebagai bentuk perpecahan antara PDIP dengan keluarga Jokowi.