AYOJAKARTA.COM – Kasus cacar monyet alias monkey pox (Mpox) kembali merebak di Indonesia dan tengah diwaspadai.
Akhir-akhir ini mulai ada penambahan jumlah pasien kasus cacar monyet baik di Jakarta maupun di Jawa Barat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa sampai dengan Jumat 3 November 2023, jumlah pasien terjangkit kasus cacar monyet di Indonesia bertambah dan menjadi 36 kasus.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi pada Jumat (3/11/2023).
Dari jumlah kasus yang ada, Siti Nadia mengatakan bahwa sebanyak 33 pasien saat ini masih menjalani isolasi sementara 3 lainnya telah dinyatakan sembuh.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien cacar monyet merupakan kasus yang terjadi di Jakarta. Sedangkan selebihnya tersebar di daerah lainnya seperti Jawa Barat dan Banten.
Baca Juga: 6 Langkah untuk Mencegah Tertular Cacar Monyet yang makin Menyebar
Maka dari itu untuk mencegah penyebaran virus cacar monyet yang bisa semakin meluas, kita perlu mengetahui ciri-ciri, gejala dan pengobatannya.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Kemenkes pada Sabtu 4 November 2023, virus cacar monyet bisa menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan, orang, atau bahan yang terkontaminasi virus.
Virus cacar monyet ini juga bisa melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Selain itu bisa menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran.
Baca Juga: 2 Warga Tangerang Selatan Positif Cacar Monyet atau Monkey Pox, Dinkes: Sudah Ditangani dan Isolasi
Bukan hanya itu, selain dari hewan yang terinfeksi virus cacar monyet bisa menginfeksi manusia lainnya secara langsung melalui cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi, cairan tubuh, atau droplet pernapasan.
Gejala cacar monyet pada manusia dinilai mirip dengan gejala cacar air tapi lebih ringan. Masa inkubasinya berkisar 6 hingga 13 hari bisa juga 5 sampai 21 hari.
Perbedaan utama adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.
Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Terus Meningkat, Berikut 3 Cara Sederhana untuk Mencegahnya
Ciri-ciri dan gejala terinfeksi cacar monyet:
- Sakit kepala
- Demam tinggi >38,5 Celcius
- Pembesaran kelenjar getah bening
- Nyeri otot/myalgia
Baca Juga: Waspada! Marak Kasus Cacar Monyet di Jakarta, Catat Gejala dan Risiko Jika Terkena Penyakit Ini
- Sakit punggung
- Asthenia (kelemahan tubuh)
- Lesi cacar (benjolan berisi air atau nanah pada sekujur tubuh)
Baca Juga: Waspada! Kenali Gejala Cacar Monyet dan Cara Mengobatinya
Dalam 1 sampai 3 hari atau lebih setelah muncul demam, penderita cacar monyet biasanya akan timbul ruam. Biasanya dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu dan perlu diobati karena telah terbukti menyebabkan kematian di Afrika.
Untuk bisa mencegah infeksi penularan virus cacar monyet, tentunya kita harus menghindari kontak hewan yang disinyalir menjadi reservoir virus.
Baca Juga: Mengenal Cacar Monyet: Penularan, Gejala, Tanda, dan Cara Mencegahnya
Harus menjaga kesehatan dengan cuci tangan secara baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi virus cacar monyet.***

Share this article
Kasus cacar monyet di Indonesia meningkat menjadi 36 kasus. Waspadai gejala dan ciri-cirinya, serta hindari kontak dengan hewan terinfeksi.