AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu pihak SMRC (Saiful Mujani Research Consulting) melakukan survei terkait elektabilitas para pasangan bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres).
Adapun survei tersebut juga dilakukan setelah adanya deklarasi dari bakal capres Anies Baswedan yang telah berpasangan dengan Cak Imin.
Pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin menjadi pasangan yang paling pertama deklarasi dibanding dengan capres lainnya yaitu Ganjar dan Prabowo.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: FIFA Umumkan Timnas Indonesia Akan Hadapi Brunei Darussalam
Dan dari hasil survei tersebut ternyata pasangan Anies Baswedan – Cak Imin (Amin) juga belum bisa meningkatkan elektabilitasnya dibandingkan dengan pasangan capres-cawapres lainnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin hanya mencapai 16,5 persen, sedangkan untuk simulasi pasangan Prabowo Subianto dan Erick Thohir memperoleh elektabilitas 31,7 persen.
Kemudian juga ada elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil yang mendapatkan elektabilitas sebesar 35,4 persen. Dan selebihnya ada 16,4 persen responden pada survei ini yang memiliki belum ada menjawab.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Ganjar dan Prabowo bisa jadi berubah, namun untuk pasangan Anies Baswedan dan Cak imin tidak dapat berubah dan ada kemungkinan relatif stabil.
Baca Juga: Temukan Keanehan Dalam Gambar Ini! IQ Tinggi Pasti Tahu
“Tentu saja pasangan Ganjar maupun Prabowo bisa berubah, tapi setidaknya pasangan Anies-Muhaimin kemungkinan relatif stabil,” sebut Saiful Mujani, Pendiri SMRC.
Sedangkan pada survei individual, Anies Baswedan memperoleh elektabilitas sebesar 20%, dan ketika sudah dikaitkan dengan Cak Imin, maka elektabilitas Anies Baswedan-Cak Imin tidak ada kenaikan.
Disaat Anies Baswedan didukung oleh partai NasDem, PKS, dan Demokrat yang kini sudah keluar dari koalisi, Anies Baswedan mengantongi suara sebesar 20 persen.
Dan kini jika suara Anies Baswedan dan Cak Imin pada survei kali ini hanya sekitar 16 persen, maka ada kemungkinan ada kekuatan suara yang disumbangkan oleh dua partai yakni PKB dengan NasDem atau NasDem dengan PKS.
Baca Juga: Viral Cahaya Misterius Terlihat di Langit Yogyakarta, BMKG: Itu Cuman Bintang Jatuh
Adapun survei SMRC ini dilakukan dalam kurun waktu mulai tanggal 5 September hingga 8 September 2023. Dan survei ini dilakukan kepada responden yang merepresentasikan 80 persen pemilih melalui sambungan telepon.***

Share this article
Dan dari hasil survei tersebut ternyata pasangan Anies Baswedan – Cak Imin (Amin) juga belum bisa meningkatkan elektabilitas?