AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskanda alias Cak Imin dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini Selasa (5/3/2023).
Pemanggilan Cak Imin ini, berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada tahun 2012.
Dalam periode tersebut, Cak Imin diketahui menjabat sebagai Menaker.
Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Anies Baswedan dan Cak Imin, Jika Digabung Bisa Capai 150 Miliar?
Cak Imin hadir sebagai saksi kasus korupsi di Kemnaker 11 tahun yang lalu.
Kabar ini mencuat bertepatan usai Cak Imin dideklarasikan sebagai cawapres Anies Baswedan.
Seperti diketahui, deklarasi Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai pasangan capres-cawapres di Pemilu 2024 dilakukan pada Minggu (3/9/2023).
Baca Juga: Sempat Geram dengan Pernyataan Cak Imin, Surya Paloh: Jangan Diskusi dengan Saya Lagi
Lantas apakah benar, dengan dipanggilnya Cak Imin oleh KPK ini adalah salah satu bentuk skenario menggagalkan pencapresan Anies Baswedan?
Terkait kabar dipanggilnya Cak Imin oleh KPK ini, rupanya juga disoroti oleh pengamat politik Rocky Gerung.
Awalnya, Rocky Gerung mengomentari respons Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang legowo menerima pengkhianatan Anies Baswedan.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Sebut Anies Baswedan Sudah Menghubungi AHY Sebelum Deklarasikan Cak Imin Cawapres
Bahkan, AHY mengucapkan selamat dan semoga sukses kepada pasangan Anies dan Cak Imin.
"Saya kira itu penyelesaian yang manis, yang etis," ujar Rocky Gerung dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Offical, Selasa (5/9/2023).
Di sisi lain, Rocky Gerung menduga nantinya akan ada koalisi baru jelang Pilpres 2024.
Baca Juga: Resmi! Anies dan Cak Imin Menjadi Bakal Capres dan Cawapres, Bagaimana dengan AHY?
"Kalau enggak kan, Demokrat itu jadi penonton dong, energi AHY tidak boleh dihentikan hanya karena berhenti atau keluar dari koalisi Anies," cetus Rocky.
Lebih lanjut, Hersubeno Arief sebagai pembawa acara, menanyakan kepada Rocky perihal kasus korupsi Kemnaker tahun 2012 silam yang menyeret nama Cak Imin.
"Memang sangat mungkin ini adalah sinyal dari sana (aparat penegak hukum), tapi keluar dari istitusi lain, misal intelejen untuk ngetes keadaan," terang Rocky.
Baca Juga: Cak Imin Diangkat Jadi Cawapres Pendamping Anies Baswedan, Surya Paloh : Saya Tidak Persiapkan
Ia juga mengatakan bahwa ada satu pihak yang memang dengan sengaja membuat keributan dengan kasus Cak Imin ini.
"Kelihatannya, ada satu pihak yang masih menganggap bahwa kasus Cak Imin ini masih bisa diajukan untuk menimbulkan pertanyaan atau kemarahan publik," tuturnya.
Menurut Rocky, kasus Cak Imin ini masih sedang diujikan apakah ada respons dari Presiden Jokowi dan NasDem atau tidak.
"Tetapi memang ada faktor itu belum sempurna diselesaikan, kasus Cak Imin itu," paparnya.
Lebih lanjut, Rocky beranggapan bahwa ke depan kasus Cak Imin ini berhubungan dengan skenario untuk menggagalkan pencapresan Anies di Pemilu 2024.
"Mungkin Cak Imin menganggap bahwa (kasus) ini pasti diada-adakan, walaupun sudah ada jaminan bahwa begitu diucapkan kesepakatan pencalonan Anies dan Cak Imin maka semua kasus itu ditunggu sampai selesai Pemilu kan," lanjutnya.
Rocky menilai bahwa saat ini adalah momen di mana mengejar waktu untuk bisa menggagalkan pencapresan Anies.
"Kita bisa bayangkan siapa yang mengejar waktu untuk membatalkan Anies dan Cak Imin, itu kita bisa menduga tapi tidak bisa ucapkan," tutup Rocky.***

Share this article
Rocky Gerung menilai bahwa kasus Cak Imin ini tinggal mengejar waktu bagaimana bisa menggagalkan Anies Baswedan dengan Ketum PKB tersebut.