AYOJAKARTA.COM - Mendekati masa akhir jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyempatkan diri pamit ke sejumlah warga.
Pamitan Ganjar Pranowo dilakukan ketika menghadiri acara panen tembakau di Desa Gunung Sari, Senden, Selo, Kabupaten Boyolali.
Di hadapan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat, Ganjar Pranowo sempat menyampaikan pidato sekaligus sambutan.
Baca Juga: Berkunjung ke Banyuwangi, Anies Baswedan Diminta Lakukan ini untuk Tingkatkan Elektabilitas, Apa?
Mengunjungi warga dan berada di tengah masyarakat, Ganjar Pranowo mengaku seperti sedang berada di rumahnya sendiri.
Lanskap pegunungan dengan tumbuhan tembakau serta kultur masyarakat Senden mengingatkan Ganjar Pranowo tentang makna rumah.
“Suasana di Tawangmangu itu ya seperti ini, tumbuhan di sekitarnya juga seperti ini,” ungkap Ganjar Pranowo dengan dialek Jawa.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan di Wilayah Ini Lemah, Prabowo dan Ganjar Malah Bersaing Ketat
Berbeda dengan suasana di rumahnya yang memiliki latar belakang Gunung Lawu, di Boyolali ia mendapatkan dua gunung melatari kehidupan masyarakat.
“Kalau di sini latar pegunungannya Merapi dan Merbabu, kalau dulu saya hanya Gunung Lawu,” imbuhnya.
Namun demikian, Ganjar Pranowo menambahkan suasana dan kehidupan masyarakatnya yang santun, ramah dan rukun tidak memiliki banyak perbedaan.
Selain menyinggung kehidupan masyarakat Gunung Sari yang menyenangkan, Ganjar Pranowo juga sempat memuji gagasan kesenian lokal yang bertajuk Campur Baur.
Baca Juga: Gestur Disorot saat Jogging Bareng Ganjar, Gibran Rakabuming: Gemes Deh Sama Kubu Lu
Hadirnya sosok Hanuman, Burung Betet, Buto Ijo dalam berbagai perwakilan warna serta penari laki-laki dan perempuan, membuat Ganjar Pranowo terperangah.
“Kacamatanya baru, topping kepala bergaya Bali. Busana penarinya pink seperti boneka Barbie, kaos kakinya seperti pemain bola,” puji Ganjar Pranowo.
Meski memuji penampilan para penari laki-laki yang menari Campur Baur dalam sambutannya Ganjar Pranowo juga sempat berguyon.
“Terlihat keren, apa karena pengajuan proposalnya tidak membuahkan dana?” imbuh Ganjar Pranowo yang disambut tawa peserta.
Baca Juga: Soal Ajakan Jadi Timses Ganjar Pranowo, Gubernur Khofifah Tunggu Arahan PBNU
Ganjar Pranowo menambahkan dalam menghadapi berbagai macam persoalan memang dibutuhkan sikap kreatif karena kreatif itu solutif.
Dalam kesempatan tersebut, selain memuji dan mensyukuri hasil panen tembakau yang melimpah ruah, Ganjar Pranowo juga berpamitan kepada seluruh perwakilan masyarakat.
“Jika dalam masa jabatan saya sebagai Gubernur terdapat kesalahan, saya mohon maaf kepada semuanya,” ungkapnya.
Sejalan dengan masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah yang akan berakhir pada 5 September 2023 mendatang, Ganjar Pranowo memberikan pesan.
Menurutnya, setelah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, maka kedudukannya dengan masyarakat akan kembali imbang.
Sehingga masyarakat yang menemuinya usai tanggal paripurna tersebut, tidak perlu lagi menyebutnya dengan sebutan Pak Gubernur.
“Hal yang terpenting jangan sampai tali silaturahminya terputus,” pinta Ganjar Pranowo dikutip Ayojakarta pada Selasa 8 Agustus 2023 dari YouTube Ganjar Pranowo.***

Share this article
Berikut ini pesan Ganjar Pranowo pada masyarakat jelang masa berakhir jabatannya sebagai Gubernur Jateng.