AYOJAKARTA.COM - Bakal calon Presiden Anies Rasyid Baswedan menyoroti banyaknya kasus mafia, di tanah air yang membuat masyarakat tidak bisa merasakan keadilan di negerinya sendiri.
Awalnya Anies bercerita ketika dirinya pergi ke suatu daerah di pelosok negeri Indonesia yang letaknya di perkampungan.
Ia mengaku mendapatkan curahan hati masyarakat ketika melakukan perjalanan ke desa tersebut. Kala itu, dia dicurhati oleh warga mengenai maraknya mafia di tanah air.
Baca Juga: 6 Tanda Bahwa Kamu Ternyata Bukan Pemalas, Tapi Lelah Secara Mental
Hal tersebut disampaikan Anies di pidato kebangsaan yang bertajuk "Perubahan untuk Keadilan Sosial", Tennis Indoor Senayan, Minggu (21/5/2023).
"Saya lewat satu tempat sekitar Purwodadi dan ada satu orang yang seperti menghentikan, pak sebentar pak, saya berhenti, terus dia cerita Pak Anies masalah di negeri ini, padahal ini di kampung, adalah soal mafia Pak," kata Anies seraya menirukan pembicaraan dengan orang tersebut.
Orang tersebut juga meminta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini harus bisa memberantas mafia di Indonesia yang sudah merajalela, khususnya di daerah-daerah apabila ia terpilih sebagai capres di pilpres 2024.
"Pak Anies, ini mafia di Indonesia ini harus diberantas Pak. Mafia ini harus diselesaikan Pak," kata Anies melanjutkan cerita orang tersebut.
Baca Juga: Apakah Tanggal 4 Juni 2023 Hari Hari Libur Nasional? Simak Penjelasannya di Sini
Kemudian Anies pun berfikir tentang apa yang diminta oleh orang tersebut terkait pemberantasan mafia ini.
"Saya pikir benar juga kata dia, begitu banyak mafia-mafia yang hadir yang membuat kita memiliki ketidakpastian," katanya.
Selanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai bahwa negara tidak akan bisa maju, jika pemerintahnya masih membiarkan mafia-mafia tersebut merajalela di negeri sendiri.
Baca Juga: Meski Introvert, Ini 5 Tanda bahwa Kamu Punya Mental Leadership yang Baik
Bahkan, ada banyak mafia yang membuat warga Indonesia menjadi tak memiliki kepastian seperti kasus pada sektor pertanian terkait masalah akses pupuk untuk keberlangsungan panen.
"Kenapa, petani harus bersaing dapat pupuk, penuh dengan ketidakpastian. Karena apa? aksesnya dikuasai oleh mafia-mafia pupuk," ungkap Anies.
Selain di sektor pertanian, Anies juga menyinggung sektor lain juga tidak lepas dari belenggu mafia, seperti yang terjadi pada sektor Pekerja Migran Indonesia (PMI).
"Ketika berbicara tentang pekerja migran. Banyak dari mereka yang sistemnya dikuasai oleh mafia-mafia PMI yang mereka berangkat kerja keras dan ujungnya pulang tidak bisa mendapatkan yang selayaknya," katanya yang dikutip AyoJakarta.com pada kanal YouTube Metro TV, Senin (22/5).
Baca Juga: LENGKAP! Daftar 10 Halte Revitalisasi Transjakarta dan Penyesuaian Perubahan Rute 31 Mei 2023
Anies juga menilai bahwa ada mafia-mafia di sektor Usaha Kecil Mikro (UKM) hingga mafia proyek pemerintah sudah membuat masyarakat semakin sengsara.
"UKM juga begitu, dan mafia-mafia ini berderet, ada urusan mafia tanah, ada mafia parkir ada mafia kesehatan, mafia perumahan, mafia pemilu mafia bansos bahkan mafia proyek pemerintah,"tutupnya. ***

Share this article
Bakal calon Presiden Anies Rasyid Baswedan menyoroti banyaknya kasus mafia dan pemerintahan Indonesia saat ini.