AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini terjadi penembakan di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023).
Pelaku penembakan diketahui seorang pria yang diduga bernama Mustopa NR (60) yang merupakan warga Lampung.
Setelah diamankan oleh Polsek Menteng, pelaku sempat pingsan dan dibawa ke Puskesmas Menteng.
Pada saat diperiksa oleh dokter, pelaku dinyatakan telah meninggal dunia. Hal ini juga dibenarkan oleh Kapolda Metro Jaya, Karyoto yang juga mengungkapkan kronologi kejadian.
“Pada saat proses diamankan beberapa saat kemudian tersangka ini pingsan dibawa ke Polsek dari polsek dibawa ke Puskesmas Menteng,” ujar Karyoto dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube METRO TV, Kamis (4/5/2023).
“Langsung dilarikan ke Puskesmas Menteng dan pada saat diperiksa oleh dokter puskesmas yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” sambungnya.
Untuk mengetahui penyebab kematian, pihak kepolisian mengotopsi jenazah dari pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat.
Tim dokter melakukan uji laboratorium terhadap organ tubuh pelaku untuk mengetahui penyebab kematian.
Termasuk diantaranya mengecek kandungan obat-obatan yang sempat sebelumnya ditemukan di tas dari pelaku.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Harianto mengungkapkan bahwa uji laboratorium yang dilakukan yakni dengan mengambil sampel dari organ tubuh pelaku seperti jantung maupun paru-paru.
“Jadi pemeriksaan-pemeriksaan itu kita mengambil organ dalam untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Ternyata sebelum terjadinya peristiwa penembakan tersebut, Mustopa NF diduga pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat pernah mengundang warga di sekitar tempat tinggalnya.
Yakni di desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lambung. Undangan ini ditujukan karena dirinya menggelar hajatan di kediamannya.
Hajatan ini tidak lain dilakukan oleh pelaku dalam rangka pengangkatan dirinya sebagai nabi.
Ternyata berbagai upaya pelaku untuk mendapatkan pengakuan dari para tetangganya tidak pernah digubris. Warga pun menolak upaya pengangkatan pelaku sebagai nabi.
Hal ini diungkapkan oleh Gustam yang merupakan tetangga pelaku yang turut menceritakan tentang kejadian dirinya diminta hadir dalam acara hajatan tersebut.
“Ya dulu, dia (Mustopa) memang pernah mendatangi rumah warga secara door to door katanya mau mengadakan hajatan,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Download Lagu Full Gratis dari YouTube jadi MP3, YTMP3: Aman, Cepat dan Terpercaya!
“Tapi acara itu dimaksudkan pengangkatannya sebagai nabi, Tapi warga nggak ada yang mau mengakui, dan sejak saat itu Mustopa banyak dinasihati sama warga,” lanjutnya.
Menurutnya awal mulanya Mustopa meminta dirinya diakui sebagai nabi lantaran mengaku pernah bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.
Pada saat itu menurutnya, Mustopa sempat menceritakan mengenai mimpinya yang mana ia diminta untuk melanjutkan perjuangan dari Nabi Muhammad SAW.***

Share this article
Penembakan di kantor pusat MUI, pelaku dinyatakan telah meninggal dunia. Hal ini juga dibenarkan oleh Kapolda Metro Jaya.