AYOJAKARTA.COM- Tersangka kasus penganiayaan berat Mario Dandy Satrio, mengklaim bahwa dirinya sama sekali tidak ada niat menganiaya korban David Ozora. Sebab usia korban D masih terbilang bocah.
Hal tersebut diungkapkan Mario saat berbincang-bincang dengan jurnalis Abraham Silaban ketika ia menjadi saksi di sidang kasus anak AG.
Pengakuan tersebut ia sampaikan kepada Abraham Silaban yang diunggah lewat akun TikTok pribadinya @abraham_silaban. Dimana Mario mengaku akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya terhadap D. Ia juga akan kooperatif dalam kasus hukum tersebut.
Pada video wawancaranya dengan Mario, Abraham Silaban menanyakan Apakah Mario memiliki niat untuk menganiaya D atau tidak?
"Jadi kamu mau ngobrol baik-baik sama dia? Bukan mau ngabisin dia itu?," tanya Abraham Silaban di awal ke Mario.
Lantas Mario mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah ada terbesit sama sekali dan berniat untuk menganiaya maupun merencanakan penganiayaan terhadap D.
Pasalnya, Mario mengatakan kalau umur D masih terbilang jauh lebih muda di bawah usianya.
Baca Juga: Wajib Tahu! Bukan Jalur Dalam, Inilah 5 Tips Lolos Seleksi Sekolah Kedinasan 2023
"Gak ada rencana mau mukulin, ngapain juga saya mukulin anak kecil. Awalnya kayak gitu kan," kata Mario pada Abraham.
Selanjutnya, Mario juga membantah tudingan yang menyebutkan dirinya sejak awal berniat menganiaya D itu tidaklah benar karena dirinya sempat mengajak D bertemu di tempat ngopi untuk ngobrol baik-baik.
"Kalau misalnya saya ada niat mau mukulin dia dari awal, ngapain saya harus ngajak dia ke tempat kopi, gitu ngapain?," jelas lebih lanjut.
Tak hanya itu saja, ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah melupakan perihal keinginannya untuk menemui D.
Baca Juga: Wahyu Kenzo Terlibat Tindak Pencucian Uang, Nama Raffi Ahmad Kembali Terseret: Mana Gue Tahu
Namun sayang sekali, pada tanggal 20 Februari 2023, Mario mengaku kalau dirinya kembali menyinggung perkara yang dialami sang kekasih AG.
"Saya udah lupa sama D, sampai tanggal 20 saya bilang ke AG, itu si D apa kabar?," katanya pada anak AG.
Lalu AG menjelaskan bahwa kartu pelajar miliknya masih ada di D.
"Di jawabkan sama AG, kartu pelajarku masih di dia, kartu pelajar dia juga masih di aku kak. Disitu langsung saya bisa ketemu dengan dia buat ngobrol," ungkap Mario.
Baca Juga: Skandal Firli Bahuri Mencuat, Mantan Pimpinan KPK Ikuti Unjuk Rasa Minta Ketua KPK Dicopot
Keinginan tersebut juga sudah diungkapkan Mario ke Shane dan anak AG.
"Saya udah bilang juga ke Shane dan AG. Saya bilang saya mau ngobrol. Maka nya gak heran kalau dibilang Shane ini gak tau apa-apa, orang kita gak ada yang tahu. Saya sendiri aja gak tahu, " katanya yang dikutip ayojakarta.com pada tiktok @abraham_silaban pada Selasa (11/4).
Mario juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut mereka semua gak ada yang tahu. Karena pertemuan tersebut itu juga bermula saat ia mengajak Shane untuk bertemu D, tetapi ia nolak dengan alasan motor rusak dan tidak ada uang untuk berangkat ke tempat tersebut. Yang pada akhirnya Mario menjemput Shane dulu sebelum ketemu D.***

Share this article
Tersangka kasus penganiayaan berat Mario Dandy Satrio, mengklaim bahwa dirinya sama sekali tidak ada niat menganiaya korban David Ozora