AYOJAKARTA.COM - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla ikut menyoroti atas hilangnya kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20.
Ia memberikan tanggapan atas pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang dilakukan oleh FIFA.
Selain merasa sedih dan kecewa, Jusuf Kalla juga menyindir komitmen dari sejumlah pihak yang sebelumnya telah menandatangani berkas namun kemudian menarik kembali.
Baca Juga: Tak Ada Peserta Seleksi PPPK yang Memenuhi Ambang Batas, Masih Bisakah Lulus? Ini Penjelasannya!
Sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan dari FIFA terhadap Indonesia yang berbuntut pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20.
Dalam tanggapannya ia menyampaikan bahwa melalui peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk terus menjaga komitmen karena masalah utamanya terkait dengan komitmen.
“Pembelajaran kita semua untuk tetap menjaga komitmen, karena masalahnya masalah komitmen,” ujarnya dikutip ayojakara.com melalui YouTube KOMPASTV, Senin (3/4/2023).
“Udah teken semua soal komitmen, terus tarik. Hilang semua trust (kepercayaan),” imbuhnya.
Baca Juga: CATAT! Berikut Dokumen yang Bisa Dipersiapkan dari Sekarang Untuk Syarat Daftar Lowongan CPNS 2023
Jusuf Kalla atau biasa dipanggil dengan JK mengungkapkan bahwa tidak ada cara lain untuk menjaga kepercayaan selain dengan memenuhi komitmen yang sebelumnya sudah dijanjikan.
Komitmen yang berbeda antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah juga menjadi sorotan dari mantan Wapres RI ini.
Sebelumnya ada sejumlah pihak dari pemerintah daerah yang menolak kedatangan para pemain Timnas Israel untuk berlaga di Indonesia pada Piala Dunia U-20.
Pihak ini tidak lain Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster yang menyatakan keberatannya jika pemain Timnas Israel datang ke Indonesia untuk bermain dalam Piala Dunia U-20.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 ini juga menyampaikan bahwa bisa saja penolakan tersebut menjadi salah satu penyebab FIFA membatalkan status Indonesia menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20.
Apalagi menyoroti kebijakan Pemerintah Pusat yang sudah mendukung terkait dengan Timnas Israel untuk tidak ada diskriminasi di Indonesia.
Namun ada sejumlah pihak yang menolak yakni Pemerintah Daerah yang tentunya akan dinilai oleh masyarakat tentang tidak adanya kesepakatan dan kedisiplinan dari bawah.
Menurut Jusuf Kalla masyarakat saja bingung atas perbedaan pendapat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, sehingga pastinya akan membuat bingung FIFA juga.
Apalagi dengan adanya pelarangan Timnas Israel berlaga di Indonesia saat Piala Dunia U-20 yang dilakukan oleh Kepala Daerah.
Maka menurut JK tentu akan berdampak pada faktor keamanan dari para pemain sendiri sehingga FIFA tidak akan mengambil resiko dan membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
“Memang aneh memang, pemerintah pusat Bapak Presiden mengizinkan tapi Gubernur tidak mengizinkan, ini tentu FIFA bingung yang mana pemerintah di Indonesia,” ungkap Jusuf Kalla.
“Nah sehingga, kalau Gubernur tidak setuju tentu keamanannya agak terganggu, saya pikir salah satu alasan seperti itu,” imbuhnya.***

Share this article
Jusuf Kalla ikut menyoroti atas hilangnya kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20. Ada rasa kecewa dan sedih!