AYOJAKARTA.COM - Wilayah kabupaten Sukabumi Jawa Barat diguncang gempa bumi tektonik dengan skala 4.4 magnitudo.
Gempa bumi ini terjadi sekitar pukul 08:24:14 Wib pada Rabu (22/3/2023).
Sementara itu, berdasarkan hasil analisa laporan pihak BMKG mengatakan bahwa gempa bumi ini untuk episenternya terletak pada koordinat 7.75 Lintang Selatan dan 106.85 Bujur Timur atau tepatnya berada di laut dengan jarak 90 km Tenggara kabupaten Sukabumi Jawa Barat dengan kedalaman 31 km.
"Update Info Gempa Mag:4.4, 22-Mar-23 08:24:14 WIB, Lok:7.75 LS - 106.85 BT (90 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 31 Km," jelas BMKG di awal dikutip Ayojakarta.com.
BMKG juga mengatakan kalau lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar dasar laut Lempeng Eurasia (Intraplate Earthquake).
Dalam hal ini, Kepala BMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, ST, MM mengungkapkan bahwa dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) ini bisa dirasakan di wilayah Leles (Cianjur), Pajampangan, Cipamingkis, Cidora, Pamengpeuk dengan skala intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
"dirasakan Di Leles (Cianjur), Pajampangan, Cipamingkis, Cidora, Pamengpeuk III MMI, " katanya lebih lanjut.
Sementara itu, untuk Kab. Bandung, Kab. Garut, Cianjur Selatan, Kab. Sukabumi, Kab. Bogor dengan Skala Intensitas II hingga III MMI yang mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
"Di Kab. Bandung, Kab. Garut, Cianjur Selatan, Kab. Sukabumi, Kab. Bogor II-III MMI, " ungkap BMKG lagi
Untuk wilayah Tasikmalaya, Bandung Barat, dan Pangalengan dengan Skala Intensitas II MMI karena getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Di Tasikmalaya, Bandung Barat, dan Pangalengan II MMI ," jelasnya terakhir.
Selanjutnya BMKG menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Namun pada pukul 08:50 WIB, untuk hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan yang terjadi.
Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu BMKG menegaskan bahwa masyarakat harus memastikan informasi resmi ini hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @bmkgwilayah2 atau @infoBMKG), website (https://balai2.bmkg.go.id/ atau https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Share this article
Gempa bumi terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, untuk episenternya terletak pada koordinat 7.75 Lintang Selatan dan 106.85 Bujur Timur