Blak-blakan IPW Sebut Vonis Ringan Richard Eliezer Tak Lazim dan Ada Unsur Politis, Ternyata Ini Alasannya!

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santosa
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santosa

AYOJAKARTA.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Vonis hakim ini dinilai oleh banyak orang telah memenuhi keadilan publik, tetapi ada beberapa pandangan yang berbeda.

Satu di antaranya datang dari Indonesia Police Watch (IPW).

Baca Juga: Disebut Pengaruhi Keputusan Hakim pada Vonis Richard Eliezer, Mahfud MD Buka yang Sesungguhnya: Faktanya

Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santosa menyebutkan bahwa keputusan vonis hakim terhadap Bharada E tidaklah lazim dan memiliki unsur politis.

“Putusan yang dibuat oleh pengadilan, khususnya ya untuk Eliezer ini tidak lazim ya tidak lazim,” ujar Sugeng Teguh Santosa dikutip AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews, Selasa (21/2/2023). 

“Kalau di dalam konstruksi yang namanya pemenuhan unsur, walaupun memang justice collaborator ya JC ya, tetapi jaraknya tidak bisa terlalu jauh,” imbuhnya.

Baca Juga: Disebut Bentuk Opini Publik pada Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Jawab Tegas: Benar, Agar Tidak Sesat!

Hal itu dikarenakan Bharada E juga mengakibatkan kematian Brigadir Yosua sehingga lazimnya jika vonisnya turun yaitu sepertiga dari tuntutan jaksa.

Lebih lanjut, Sugeng Teguh Santosa menyampaikan bahwa hakim menyerap suara masyarakat dan ingin berpihak kepada publik, padahal menurutnya pada beberapa kasus, pengadilan mengabaikan hal tersebut.

Sebagaimana pernah ada kasus-kasus yang sifatnya korban salah tangkap dalam kasus klitih di Gedong Kuning, Yogyakarta.

Dalam kasus tersebut, ada anak-anak sekolah yang salah tangkap, tetapi pengadilan tetap memvonis berat padahal hasil pemeriksaan dari Komisi Ombudsman Yogyakarta terjadi mal administrasi.

Baca Juga: Gayus Lumbuun Ungkap Hal Tak Lazim saat Jaksa Ajukan Banding dalam Vonis Ferdy Sambo: tapi Itu Hak...

Sugeng Teguh Santosa juga menyampaikan bahwa kasus pembunuhan Brigadir J mengandung unsur politis yaitu digunakan oleh pengadilan untuk menarik simpati publik.

“Menurut saya, momen ini memang ada unsur politisnya ya, bukan politik ya, yaitu digunakan oleh pengadilan untuk menarik simpati publik kepada pengadilan,” tutur Sugeng Teguh Santosa.

“Dilanjut sekarang ya, ketidaklaziman terjadi lagi, jaksa tidak mengajukan banding atas putusan Eliezer, karena lazimnya apabila putusan lebih rendah 50 persen dari tuntutan jaksa pasti banding,” imbuhnya.

Bukan itu saja, menurut Ketua IPW ada dua putusan yang sama tetapi berbeda dalam substansi yaitu putusan terhadap Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.

Baca Juga: Meski Sudah Divonis, Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Tidak Akan Dieksekusi Mati, Mengapa?

Di mana melanggar struktur disparitas sanksi pidana karena menurutnya jika pelaku intelektualnya hukuman mati maka turut serta yang melakukan terbukti paling rendah 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk justice collaborator paling tidak 10 tahun, tetapi pada kenyataannya Bharada E divonis satu tahun enam bulan penjara oleh hakim.

Sugeng Teguh Santosa juga menjelaskan bahwa ada problematik dalam persoalan penerapan prosedural pidana yang biasa dilakukan yaitu untuk menarik perhatian publik sehingga momentum ini diambil.

Baca Juga: IPW Sebut Vonis Ringan Bharada E Akibat Tekanan Publik, Ronny Talapessy Beri Bantahan: Hakim Lakukan Terobosan

“Menolak gerakan bawah tanah menunjukan bahwa peradilan independen, satu nilai positif. Mendengar suara publik artinya peradilan sangat peka kepada keadilan masyarakat,” ujar Sugeng Teguh Santosa.

“Tujuannya apa, menaikkan citra sementara kepercayaan publik kepada peradilan sedang bermasalah karena dua hakim agung yang ditangkap,” imbuhnya.

Bukan hanya hakim agung saja yang ditangkap tetapi juga beberapa pejabat dan pegawai di Mahkamah Agung pada level yang juga cukup tinggi.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Komisi Ombudsman
# Sugeng Teguh Santosa
# Indonesia Police Watch (IPW)
# justice collaborator
# Brigadir Yosua
# klitih
# Richard Eliezer Pudihang Lumiu
# Richard Eliezer
# IPW
# JC
# Brigadir J
# Bharada E
# Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
# Ferdy Sambo
# Mahkamah Agung
# Yogyakarta

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.