AYOJAKARTA.COM -- Richard Eliezer alias Bharada E berhasil mendapat pintu maaf dari keluarga Brigadir Yosua atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan berencana.
Mendapat pintu maaf dari keluarga Brigadir Yosua, menjadi salah satu pertimbangan hakim dalam menentukan vonis untuk Bharada E.
Bharada E pun akhirnya hanya mendapat hukuman satu tahun enam bulan berkat kejujuran dan dukungan dari berbagai pihak.
Namun, hal tersebut tentu tidak lepas dari peran sang kuasa hukum Ronny Talapessy dalam membela hak kliennya.
Baca Juga: Wih! Richard Eliezer Happy Ending, Ternyata Begini Strategi Ronny Talapessy Memenangkan Persidangan
Ronny Talapessy tentu memiliki strategi yang digunakan untuk memenangkan persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak membeberkan perihal taktik Ronny Talapessy di persidangan.
Kata dia, taktik yang pertama adalah dengan tidak mengajukan eksepsi untuk Richard Eliezer di persidangan.
Dengan hal tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada buyarnya strategi dari tim penasihat hukum Ferdy Sambo.
“Pada saat sidang pertama pemeriksaan saksi kan memang ini kecermatan Bang Ronny juga untuk membuyarkan strategi penasihat hukum dari Ferdy Sambo, dan menjadi pemeriksa saksi yang pertama, Ronny Talapessy ini tidak mengajukan eksepsi, di situlah awal kemenangan dalam perkara ini,” ungkap Martin, dikutip dari YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia pada Selasa, 21 Februari 2023.
Martin mengungkapkan jika pengacara Richard Eliezer melakukan eksepsi, maka saksi Susi ART Ferdy Sambo dan Kodir tidak akan diperiksa duluan.
“Kalau misalkan tadinya dieksepsi maka yang memeriksa saksi duluan sudah pasti geng mereka, dan Susi dan Kodir tidak akan diperiksa duluan oleh Ronny Talapessy, ini kemenangan kedua,” ujar Martin.
Martin Simanjuntak mengungkapan itu akan menimbulkan adanya peluang untuk kebohongan Ferdy Sambo tidak terungkap.
Menurutnya, iulah yang menjadikan Ronny Talapessy cermat dalam menemukan celah memenangkan persidangan itu.
Kata Martin selanjutnya, taktik yang dilakukan oleh Ronny Talapessy dalam mendapat ampunan dari keluarga Brigadir Yosua kepada Richard Eliezer.
Bersama dengan Martin Simanjuntak, keduanya menyusun rencana agar Richard Eliezer dapat meminta maaf secara tulus pada kesempatan pertama untuk bertemu pihak keluarga korban.
“Yang ketiga, kemenangan berikutnya Richard Eliezer karena dia yang memeriksa saksi duluan dia lah yang mendapat kesempatan pertama untuk bertemu saksi dari keluarga, di situlah kami setting Bang di belakang layar sama Bang Ronny, bagaimana caranya secara smoothly gitu yah Richard itu bisa meminta maaf dengan tulus dan diterima oleh keluarga korban, itu saya diem-diem bang,” kata Martin Simanjuntak.***
Share this article
Ronny Talapessy memiliki taktik yang digunakan untuk memenangkan persidangan Bharada E di kasus pembunuhan Brigadir Yosua.