AYOJAKARTA.COM – Eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo divonis hukuman mati atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Setelah motif pelecehan dan perselingkuhan tidak terbukti, Hakim menilai sakit hati Putri Candrawathi yang memicu Ferdy Sambo melakukan pembunuhan.
Akan tetapi Hakim tidak menjelaskan secara detail pemicu istri Ferdy Sambo bisa sakit hati kepada almarhum Yosua.
Dengan begitu banyak sekali statement yang berkembang mengenai motif pembunuhan Yosua, termasuk yang disampaikan Irma Hutabarat.
Baca Juga: Tak Mau Ferdy Sambo Dihukum Mati, Terungkap Hal yang Sebenarnya Diinginkan Kamaruddin Simanjuntak!
Aktivis sosial tersebut yakin motif pembunuhan Brigadir J bukan karena sakit hati melainkan pembungkaman.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube R66 Newlitics pada Minggu (19/2/2023), menurut Irma Hutabarat adanya pembungkaman itu sudah jelas.
“Kalau anda tanyakan ke saya, motifnya adalah pembungkaman. Itu jelas pembungkaman itu tidak pernah dibahas, selalu dibawa ke urusan ranjang,” kata Irma Hutabarat.
Dikatakan Irma Hutabarat bahwa terlalu kecil jika urusan ranjang membuat ratusan anggota Polri terlibat dan kena kode etik.
Aktivis yang kerap disapa Inang ini menyoroti jabatan Ferdy Sambo sebagai Ketua Satgasus Merah Putih.
“Kita ini selalu melihat dia sebagai Kadiv Propam, harus juga dilihat sebagai Ketua Satgasus Merah Putih yang tiga tahun sudah melakukan banyak kerjaan,” jelas Irma Hutabarat.
Ia menegaskan bahwa dalam Satgasus itu banyak sekali pemasukan dana yang tidak terkena pajak sehingga banyak pelanggaran.
Irma Hutabarat yakin Brigadir J mempunyai banyak informasi mengenai Satgasus tersebut.
“Belum lagi itu adalah dana pemasukan yang tidak kena pajak. Jadi banyak sekali pelanggaran-pelanggaran dalam operasi itu, tentu saja Yosua mengetahuinya,” sebut Irma Hutabarat.
Baca Juga: Pilu! Reza Adik Brigadir J Unggah Foto Lawas Ibunda dan Kakaknya: Dipeluk dengan Cara yang Berbeda
Terlebih, Brigadir Yosua menjadi anggota baru satu minggu.
“Dia itu masuk ke Satgasus Merah Putih pada tanggal 1 Juli, dibunuh pada 8 Juli, seminggu saja umurnya,” tegas Irma Hutabarat.
Selain itu, hal yang menguatkan kecurigaan Irma Hutabarat yakni Kapolri membubarkan Satgasus tanpa diaudit terlebih dahulu.
“Jadi kenapa kita tidak melihat kerangka ini yang dibubarkan oleh Kapolri tanpa pernah diaudit karena itu dijadikan sebagai sumber dana,” ungkap Irma Hutabarat.
“Kalau Ismail Bolong itu bernyanyi, itu hanya satu wilayah saja karena cuman Kalimantan dan itu baru satu tempat yang dilindungi oleh Satgasus Merah Putih,” pungkas Irma Hutabarat.***

Share this article
Berikut ini motif pembunuhan Brigadir J menurut Aktivis Irma Hutabarat, benarkah bukan karena sakit hati?