AYOJAKARTA.COM - Alasan Kuat Maruf menjadi yang terakhir mengakui skenario Ferdy Sambo akhirnya terungkap.
Hal ini disampaikan saat sidang kasus pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/1/2023).
Kuat Maruf dihadirkan dalam sidang sebagai terdakwa.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Selasa (10/1/2023), awalnya jaksa bertanya soal momen Ferdy Sambo meneleponnya untuk berkata jujur kepada penyidik.
“Kenapa saudara sampai harus ditelepon oleh Ferdy Sambo? memangnya apa yang ditanyakan oleh penyidik sampai anda tidak mau menjawab itu bagaimana?” tanya jaksa.
Menanggapi hal tersebut, sopir pribadi Ferdy Sambo itu mengungkapkan dirinya ditelepon untuk mengakui skenario yang dibuat oleh atasannya tentang tembak-menembak.
Selain itu, ia juga menyampaikan tidak mau menjawab pertanyaan dan tetap pada skenario ketika ditanya penyidik karena rasa takutnya kepada Ferdy Sambo.
“Ya takut sama bapak lah (Ferdy Sambo),” ujar Kuat Maruf.
Jaksa menegaskan bahwa tentang janjinya kepada Ferdy Sambo apakah sampai sekuat itu sehingga tetap menutupi kebenaran dari penyidik.
“Iya lah saya takut sama bapak (Ferdy Sambo),” kata Kuat Maruf.
Baca Juga: Lulus S1! Trisha Eungelica Unggah Momen Bahagia dengan Banner Pemilihan Calon Mantu Idaman Mamahmu
Jaksa sampai terheran-heran dengan keterangan dari Kuat Maruf, pasalnya penyidik sudah memberitahukan kepadanya bahwa dirinya orang terakhir yang belum mengakui skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
“Anda sudah diberitahukan oleh penyidik dan tetap nggak ngaku?” tanya jaksa memastikan.
“Udah diberitahukan, nggak ngaku,” jawab Kuat Maruf.
“Kuat banget ya sama kayak orangnya ya memegang janji,” ujar jaksa heran sambil tertawa.
Baca Juga: Kesetiaan Kuat Maruf pada Ferdy Sambo Tak Ada yang Bisa Mengalahkan: Saya Ngga Mau Jadi Pengkhianat!
Mendengar hal tersebut, Kuat Maruf mengakui dirinya tidak mau jadi orang yang berkhianat kepada Ferdy Sambo.
“Ya intinya saya tidak mau jadi orang pengkhianat,” jelas Kuat Maruf.
Kuat Maruf kemudian menceritakan awal mula dirinya diberi pertanyaan dan diperiksa oleh penyidik terkait kematian Brigadir Yosua.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya melakukan kesalahan di awal pemeriksaan karena langsung menceritakan peristiwa di Magelang.
Awalnya penyidik menanyakan tentang KTP serta alamat dan meminta dirinya untuk menulis, tetapi ia beralasan masih gemetaran sehingga yang menulis dari pihak penyidik.
Setelah itu, menurut Kuat Maruf dirinya diminta untuk menceritakan peristiwa yang terjadi.
Ia pun tanpa berpikir panjang langsung menceritakan cerita di Magelang.
Menurutnya Kuat Maruf memiliki salah dengan Brigadir Yosua ketika di Magelang, sedangkan pada penembakan di rumah Duren Tiga dirinya tidak tahu akan salahnya.
“Karena saya yang punya salah sama Yosua itu di Magelang, kalau soal Duren Tiga kan saya salahnya apa,” jelas Kuat Maruf.
“Betul karena di otak saya salahnya di Magelang,” tambahnya.***

Share this article
Berikut alasan Kuat Maruf menjadi orang terakhir yang mengaku soal skenario Ferdy Sambo hanyalah kebohongan.