AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus Ferdy Sambo yang digelar pada Kamis, (29/12/22) kemarin cukup menarik perhatian publik.
Dalam sidang lanjutan tersebut, kubu Ferdy Sambo menyerahkan 35 bukti meringankan.
Dimana bukti-bukti meringankan tersebut diantaranya adalah berupa beberapa foto.
Baca Juga: Lebih Utama Mana, Ilmu atau Amal? Simak Penjelasan Mbah Moen Berikut Ini
Namun dari beberapa foto yang ditampilkan, yang cukup menarik perhatian publik adalah foto saat Brigadir J tengah berada di klub malam.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @support_icad pada (6/1/23), Febri Diansyah yang merupakan kuasa hukum dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi lantas menjelaskan motif ditunjukkannya foto-foto tersebut dalam acara Kontroversi yang ditayangkan di Metro Tv.
Febri Diansyah selaku pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengatakan ada dua motif mengapa pihaknya menjadikan foto-foto tersebut sebagai barang bukti meringankan.
1. Adanya hubungan informal
Febri Diansyah menyebut jika Brigadir J merupakan sosok ajudan yang sangat dipercaya oleh Ferdy Sambo.
“Pertama kami ingin tunjukkan bahwa sampai dengan tanggal 7 jadi peristiwa tanggal 8 yah, sampai dengan tanggal 7 bahkan Yosua adalah orang yang dipercayai di rumah tersebut, Joshua lah yang disuruh oleh Ferdy Sambo untuk membeli kue, memberikan kejutan pada ulang tahun perkawinan kalau dia tidak percaya pada Joshua tidak mungkin itu dilakukan,” jelas Febri Diansyah.
Kemudian menurut Febri Diansyah, kepercayaan dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi itulah yang kemudian membuat Brigadir J melanggar batas formal antara atasan dan ajudan.
Baca Juga: Tanggapan Mahfud MD Terkait Video Viral Hakim Wahyu: Upaya Meneror Hakim
“Dan hubungan antara Ferdy Sambo, Bu Putri, dan juga para ajudan dan ART itu sangat baik dan sangat cair selama ini kalau kita kaitkan dengan keterangan ahli Psikologi Forensik yang dihadirkan oleh jaksa, Psikologi Forensik mengatakan gini, relasi antara Ferdy Sambo, Bu Putri, dan ajudan dan ART itu relasi informal yang kemudian batas-batas formalnya jadi hilang,” lanjut Febri Diansyah menjelaskan alasannya tersebut.
Febri Diansyah lantas menambahkan pernyataannya tersebut dengan bukti dari laporan Psikologi Forensik.
“Disebutkan juga di laporan pemeriksaan Psikologi Forensik itu ini juga dapat berakibat ada orang yang salah tafsir dengan perbuatan-perbuatan atau kebaikan-kebaikan tersebut,” ujar Febri Diansyah.
“Nah kita perlu tunjukkan itu secara visual, siapa yang salah tafsir, kita tidak boleh sebut nama dalam konteks ini tapi itulah yang muncul dalam laporan Psikologi Forensik itu yang pertama,” ungkap Febri mengemukakan alasannya.
Baca Juga: Viral Video Qoriah Membaca Al-Quran Disawer Menuai Kritikan, Begini Nasihat Bijak Ustadz Adi Hidayat
2. Berkaitan dengan dua isu
Motif kedua kubu Ferdy Sambo menunjukkan 35 bukti meringankan dimana salah satunya adalah foto Brigadir J ke klub malam adalah kaitannya dengan isu Psikologi Forensik dan isu Kriminologi.
“Yang kedua ada dua isu, satu isu Psikologi Forensik yang kedua isu kriminologi,” ujar Febri Diansyah.
“Kalau kita bicara isu kriminologi maka ada satu poin di sana nanti dikaitkan dengan motif ya, yang menjadi pertanyaan apakah sebuah kejahatan itu bisa dipengaruhi dan ada kontribusi dari perbuatan korban di sana ,” tutur Febri Diansyah.
Febri Diansyah juga menambahkan bahwa terkait peristiwa di Magelang, pihak Ferdy Sambo sudah menemukan 4 bukti terkait pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.
“Dalam mengkonteks peristiwa di Magelang kami menemukan ada 4 bukti ada dugaan kekerasan seksual terhadap Bu Putri Candrawathi di sana, inilah yang kami buka,” ujar Febri Diansyah.***

Share this article
Terungkap 2 alasan Febri Diansyah pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo berikan bukti foto Yosua di klub malam