AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua berjalan, banyak drama dan fakta yang terjadi pada saat persidangan.
Beberapa siasat yang dilakukan Ferdy Sambo dalam menghadapi jalannya proses persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua ini.
Diantaranya yang pertama ialah Ferdy Sambo sampai saat ini membantah perintahkan penembakan kepada Richard Eliezer terhadap Brigadir Yosua.
Baca Juga: Ada 7 Sesar Aktif di Sekeliling Cianjur, BMKG Lakukan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Ferdy Sambo menyatakan bahwa dirinya memberikan perintah kepada Richard Eliezer 'hajar', dan meminta Richard Eliezer berhenti menembak saat melihat Brigadir Yosua jatuh.
"Saya perintahkan Richard, 'hajar chard', kemudian ditembak lah Yosua sambil maju sampai roboh,' ujar Ferdy Sambo.
"Itu kejadian cepat sekali, sampai sekian detik, saya kaget, kemudian saya sampaikan stop berhenti begitu saya lihat Yosua berlumuran darah, saya jadi panik," sambungnya.
Namun Ferdy Sambo pun mengelak bahwa, sebenarnya Richard Eliezer lah yang salah mengartikan perintah tersebut.
Kemudian yang kedua, Ferdy Sambo mengakui skenario tembak menembak itu adalah bohong.
Entah apa yang menjadi tujuannya, apakah melindungi Putri Candrawathi atau melindungi Richard Eliezer.
Selanjutnya yakni, Ferdy Sambo mengatur BAP (Berita Acara Pemeriksaan) palsu atau settingan.
Pasalnya mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer mengaku telah disiapkan draf berita acara pemeriksaan terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Baca Juga: Gampang! BPOM Kasih Cara Mudah Cek Obat Sirup yang Aman dan Tidak Aman
Azan Romer pun mengaku sudah ada pertanyaan dan jawaban yang sudah disetting terlebih dahulu.
Kemudian, Ferdy Sambo mengakui memerintahkan ajudannya untuk melakukan pengecekan, mengamankan hingga memusnahkan bukti CCTV.
Ferdy Sambo menyadari adanya ketidaksesuaian antara CCTV di TKP (tempat kejadian peristiwa) dengan skenario yang dibuatnya.
Baca Juga: PN Jaksel Akhirnya Buka Suara Tentang Video Viral Diduga Hakim Wahyu: Tak Ada Kebocoran!
Kemudian terkait CCTV yang tercecer, menjadi tanda tanya terutama bagi kubu Richard Eliezer.
Pasalnya Ronny Talapessy selaku penasehat hukum Richard Elizer menuturkan pada saat kunjungan ke rumah Saguling, jelas ada CCTV di lantai dua dan tiga.***

Share this article
Tidak dipungkiri banyak drama dan fakta yang terjadi pada saat persidangan kasus penembakan Brigadir Yosua dengan terdawkwa Ferdy Sambo CS.