Senada dengan Susno Duadji, Reza Indragiri Sebut Poligraf Tak Bisa Ukur Kenyataan dan Hanya Hiperbola Belaka!

Senada dengan Susno Duadji, Reza Indragiri Sebut Poligraf Tak Bisa Ukur Kenyataan dan Hanya Hiperbola Belaka!
Senada dengan Susno Duadji, Reza Indragiri Sebut Poligraf Tak Bisa Ukur Kenyataan dan Hanya Hiperbola Belaka!

AYOJAKARTA.COM - Para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J telah menjalani tes poligraf menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.

Hasilnya pun telah diungkapkan ke publik belum lama ini oleh ahli dari Polri, Aji Febrianto Ar Rosyid dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Berdasarkan hasil tersebut, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mendapatkan nilai minus yang artinya terindikasi berbohong.

Sedangkan tiga terdakwa lain yaitu Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Richard Eliezer mendapat hasil plus yang berarti terindikasi jujur.

Baca Juga: Ramai Uang Rp100 Triliun di Rekening Brigadir J, Samuel Hutabarat : Rekening Koran Mandiri Sudah Ada...

Terkait hasil poligraf ini, mantan Kabareskrim Susno Duadji memberikan tanggapannya.

Hal ini disampaikan dalam acara Hotroom yang dipandu pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube MetroTV, Senin (2/1/2023).

Selain Susno Duadji, acara ini juga menghadirkan Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri dan pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah.

Dalam acara tersebut, Hotman Paris bertanya pada Susno Duadji apakah hasil tes poligraf bisa diatur.

"Pak Susno gimana? apakah hasil tes poligraf bisa diatur?" tanya Hotman Paris.

Baca Juga: Jelang Putusan Hakim, Trisha Eungelica Si Anak Sulung Ferdy Sambo Depresi? Akui Sudah Tak Tegar Jalani Hidup

Menjawab pertanyaan Hotman Paris, Susno Duadji mengungkap jawaban mengejutkan.

Menurutnya, hasil poligraf atau tes kebohongan itu tidak akurat dan tak bisa dijadikan alat bukti.

"Saya katakan bahwa sampai dengan sekarang, hasil tes kebohongan itu tidak akurat, tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti," jawab Susno Duadji.

Baca Juga: Singgung Kasus Ferdy Sambo hingga Teddy Minahasa yang Coreng Citra Kepolisian, Kapolri Listyo Sigit Minta Maaf

Ia justru menyebut, bahwa yang berbohong adalah alat pendeteksi kebohongan itu sendiri.

"Justru yang bohong itu adalah poligrafnya sendiri. Alat itu yang suka berbohong," tambah mantan Kabareskrim tersebut.

"Bagaimana mendeteksi kalau saya bohong dikaitkan dengan detik peredaran darah dsb, denyut jantung dsb. Jadi yang benar, alat itu yang berbohong," terang Susno Duadji.

Tak hanya Susno Duadji, Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri juga mengungkapkan tanggapannya terkait hasil tes poligraf di acara tersebut.

Baca Juga: Skakmat! Inilah Bukti Adanya Tangan Tuhan yang Ikut Terlibat dalam Kasus Tewasnya Brigadir Joshua

Menurutnya kebohongan itu tidak bisa diukur melalui persentase.

"Kebohongan itu tidak bisa diukur lewat persentase Bang Hotman. Kebohongan dan kejujuran itu hanya dua variabelnya, hitam atau putih, bohong atau tidak bohong, jujur atau tidak jujur," jelas Reza Indragiri.

"Kalau ada kebohongan atau kejujuran 93 persen, berarti 7 persen kebohongan, lantas kita mau mengatakan apa atas orang ini?" tambah Reza Indragiri.

Baca Juga: Susno Duadji Sebut Saksi Ahli Sengaja Terus Dihadirkan, Ferdy Sambo Bidik 90 Hari Masa Penahan Bisa Bebas

Reza Indragiri menyebut bahwa poligraf tidak bisa untuk mengukur kenyataan dan hanya bisa mengukur respons fisiologis manusia.

"Alat ini tidak mengukur kenyataan. Alat ini hanya mengukur respons fisiologis manusia," ungkapnya.

"Sekarang bayangkan, jangankan pakai lie detector, jangankan melakukan pidana, duduk di sini saja kalau diukur degup jantung saya bertambah, pupil saya membesar, suhu badan saya naik. Apakah itu menandakan saya berbohong? bukan. Mungkin karena saya sedang cemas, menahan buang air kecil, mungkin karena saya sedang masuk angin," terangnya.

Baca Juga: Anggap Kasus Ferdy Sambo Sebagai Perkara yang Gampang Dibuktikan, Susno Duadji: Sekelas Polsek Saja Bisa!

Pakar Psikologi Forensik ini bahkan menyebut poligraf sebagai hiperbola tidak peduli apapun hasilnya dan siapa yang menggunakannya.

"Jadi alat itu sekali lagi sama sekali tidak bisa menemukan tali-temali antara pernyataan dan kenyataan. Sebutan lain lie detector atau alat pendeteksi kebohongan adalah hiperbola belaka apapun hasilnya, siapapun itu," tegasnya.

Sama seperti Susno Duadji, Reza Indragiri juga menyebut bahwa poligraf tidak tepat digunakan dalam penegakan hukum.

"Saya tidak menganggap poligraf adalah alat yang tepat untuk digunakan dalam penegakan hukum," tandas Reza Indragiri.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# hiperbola
# alat pendeteksi kebohongan
# Aji Febrianto
# tes poligraf
# poligraf
# Kabareskrim
# pembunuhan Brigadir J
# Kasus Pembunuhan Brigadir J
# Lie Detector
# Febri Diansyah
# Putri Candrawathi
# Kuat Maruf
# Ricky Rizal
# Richard Eliezer
# Brigadir J
# kenyataan
# Pakar Psikologi Forensik
# Hotman Paris Hutapea
# Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
# Ferdy Sambo
# Reza Indragiri
# pembunuhan
# Hotman Paris
# Susno Duadji
# Polri

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.