AYOJAKARTA.COM - - Sudah 18 tahun, tak terasa waktu terus berjalan setelah bencana alam tsunami menyapu kota Aceh pada 2004 silam, kini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Kadisbudpar) pun agendakan peringatan tsunami tersebut.
Peringatan itu diketahui ditetapkan pada lokasi Kuburan Massal Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada kesempatan itu tema yang diusung dengan "Bangkit Lebih Kuat, Bangun Budaya Sadar Bencana".
Agenda itu sendiri dilakukan dengan sejumlah kegiatan yang telah disusun, yakni tafakur, zikir, selawat, santunan anak yatim, ziarah dan tausiah serta doa bersama.
Baca Juga: Viral Anjas Palembang Kisah H-1 Gagal Nikah! Pihak Perempuan Buka Suara Blak-blakan Soal Ini
Diketahui pada agenda tausiyah akan diisi oleh Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab dan zikir selawat akan dipandu Pimpinan Pesantren Darul Mujahiddin Lhokseumawe, Tgk Muslim At Thahiri.
Pada kesempatan tersebut, disebutkan bahwa keberadaan makam itu adalah sebuah tanda pembelajaran akan hal tenggang rasa, setaya saling menghargai antarumat beragama.
"Setiap peringatan tsunami, banyak sekali ditemui peziarah berbeda suku, agama dan budaya yang membaur di Kuburan Massal Tsunami Siron untuk mendoakan keluarga dan kerabatnya," kata Almuniza Kamal Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, seperti dilansir Ayojakarta.com dari laman republika.go.id pada Senin, 26 Desember 2022.
Almuniza juga menambahkan bahwa dengan digelarnya peringatan tsunami ini di setiap tahun adalah salah upaya Pemerintah Aceh mengedukasi generasi penerus akan bahayanya bencana alam dan siap siaga terhadap bencana tersebut
Baca Juga: Miris, Diduga RS Eka Hospital Pekanbaru Usir Pasien BPJS Dalam Kondisi Masih Sakit.
"Masyarakat Aceh harus selalu membangun budaya sadar bencana dalam upaya mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di masa depan. Intinya, edukasi tetap menjadi poin utama dalam setiap tahun peringatan tsunami," tambahnya.
Lebih lanjut, dia juga menambahkan bahwa peringatan ini akan menjadi renungan bagi masyarakat Aceh dan masyarakat lainnya sebagai pembelajaran akan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
"Kita juga harus sadar terhadap fenomena alam dan mengajarkannya kepada generasi mendatang, karena mencegah bencana alam tentu tidak bisa, tapi mengurangi resikonya pasti bisa kita lakukan bersama-sama dengan semangat berkolaborasi," pungkasnya.***

Share this article
Peringati 18 tahun Tsunami Aceh, Kadisbudpar usung tema bangkit lebih kuat, bangun budaya sadar bencana