AYOJAKARTA.COM - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan tiga saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Tiga saksi ahli ini terdiri dari dua Ahli Hukum Pidana dan satu Ahli Psikologi Forensik yang menyampaikan hasil analisisnya kepada para terdakwa termasuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Diketahui bahwa pada kasus pembunuhan Yosua telah ditetapkan lima terdakwa yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Baca Juga: Kuat Ma’ruf Mengaku Sakit Hati Lantaran Kerap Disebut Sebagai Pembohong, Ahli Tak Kuasa Tahan Tawa
Reni Kusuma Wardhani selaku Ahli Psikologi Forensik mengatakan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh Ferdy Sambo adalah di atas rata-rata.
“Bapak Ferdy Sambo memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kemampuan abstraksi, imajinasi dan kreativitasnya sangat baik,” ungkap Reni.
Ferdy Sambo dinilai memiliki cara berpikir yang praktis dan unggul dalam pekerjaan dengan ketekunan dan motivasinya yang tinggi.
“Secara umum cara berpikirnya lebih ke arah praktis dibanding teoritis dan pola kerjanya tekun. Motivasi berprestasinya tinggi untuk mencapai target yang melebihi dari target yang diberikan kepadanya,” kata Reni.
Baca Juga: Menggemaskan! Saksi Ahli Psikologi Forensik Reni Ungkapkan Ini, Kuat Maruf:Saya Ikhlas Bu..
Selain itu, Ahli Psikologi Forensik juga membedah kepribadian Ferdy Sambo yang ternyata kurang percaya diri dan butuh dukungan dari orang lain.
“Tipe kepribadiannya pada dasarnya Bapak Ferdy Sambo ini merupakan individu yang kurang percaya diri dan membutuhkan dukungan orang lain di dalam bertindak dan mengambil keputusan, terutama untuk hal-hal yang besar,” ujar Reni.
“Ada pengalaman kecil yang membuat dia merasa nyaman apabila ada orang-orang yang melindugi di sekitarnya,” lanjutnya.
Menurut analisa Reni, Ferdy Sambo merupakan tipikal orang yang patuh terhadap norma, namun ini jika dalam keadaan normal.
“Dalam situasi kondisi normal, Bapak Ferdy Sambo akan terlihat dan sebagai figur yang baik dalam kehidupan sosialnya dan patuh terhadap aturan norma dan dapat menutupi kekurangan-kekurangannya dan masalah-masalahnya,” kata Reni.
Walaupun demikian, Reni menegaskan bahwa dalam situasi terdesak Ferdy Sambo bisa saja menggunakan kecerdasannya untuk melanggar norma untuk melindungi diri.
“Jadi bukan berarti yang bersangkutan tidak mampu melanggar norma dan menggunakan kecerdasannya untuk melindungi diri di dalam situai-situasi terdesak,” ungkap Reni.
Baca Juga: Ahli Hukum Pidana Sebut Ricky Rizal Pantas Jadi Terdakwa, Apa Alasannya? Simak Selengkapnya di Sini!
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Kamis (22/12/2022), berbeda dengan kondisi normal, disebutkan bahwa dalam situasi yang mengusik harga dirinya, Ferdy Sambo dapat sangat dikuasai emosi.
“Pada situasi normal, kecerdasan itu bisa dimanfaatkan sehingga kemungkinan perilakunya pada saat normal itu akan berbeda dengan pada saat ada emosi yang menguasai,” ucap Reni.
Keterangan dari para saksi ahli ini nantinya akan berpengaruh kepada hakim dalam mengambil keputusan dan menetapkan hukuman.***

Share this article
Berikut hasil pemeriksaan psikologis Ferdy Sambo, ahli sebut suami Putri Candrawathi cerdas namun bisa sangat dikuasai emosi.